Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Turki telah menggeledah sebuah vila pengusaha Saudi, Senin (26/11), tempat para jaksa yakin bahwa para operator Saudi diduga menyembunyikan jasad Jamal Khashoggi yang terpotong-potong.
Para penyelidik turun ke vila dan properti mewah di Provinsi Yalova, sebelah selatan Istanbul, sebagai bagian dari pencarian terus-menerus mereka terhadap jenazah kolumnis Washington Post yang terbunuh itu.
Kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan pihak berwenang meyakini salah satu agen Saudi yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu, Mansour Othman Abahussain, menelepon pemilik vila sehari sebelum pembunuhan terjadi.
Pemilik vila ialah warga negara Saudi, Mohammed Ahmed Alfaozan, yang memiliki kode nama rahasia "Ghozan". Dua pejabat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Alfaozan telah membeli vila itu, dekat Yalova di Laut Marmara, sekitar 3 tahun lalu. "Panggilan telepon diyakini tentang penghilangan jasad Khashoggi," kata kantor kejaksaan.
Polisi menggunakan anjing pelacak untuk mencari kebun di vila dan daerah hutan di dekatnya. Para pejabat mengatakan bulan lalu bahwa para pembunuh Khashoggi kemungkinan telah membuang jasadnya di sebuah lokasi perdesaan dekat Yalova, yang berjarak 90 kilometer tenggara Istanbul. Mereka telah menghentikan pencarian pada Senin malam.
Sebelumnya, pihak berwenang juga telah melakukan inspeksi di Konsulat Saudi dan kediaman konsul jenderal di Istanbul sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan kolumnis Washington Post itu.
Pembunuhan Khashoggi menimbulkan ketegangan dalam hubungan Arab Saudi dengan Barat. Ini juga merusak citra pemimpin de facto-nya, Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS).
Arab Saudi mengatakan MBS tidak mengetahui rencana pembunuhan itu. Setelah memberikan banyak penjelasan yang kontradiktif, Riyadh kemudian mengakui Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasi. Ini terjadi karena negosiasi untuk membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pembunuhan itu diperintahkan pimpinan tertinggi Saudi. Tuduhan Erdogan semakin menyudutkan putra mahkota berusia 33 tahun itu.
Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington tetap menjadi mitra setia Saudi meskipun MBS mungkin mengetahui rencana pembunuhan Khashoggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved