Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin Uni Eropa (UE) menyetujui perjanjian British exit atau Brexit dalam pertemuan khusus di Brussels, Belgia, kemarin. Langkah Perdana Menteri Theresa May selanjutnya ialah meyakinkan Parlemen Inggris untuk menyetujui proposal Brexit.
"EU27 telah mendukung kesepakatan penarikan dan deklarasi politik tentang hubungan UE-Inggris di masa depan," kata Presiden Dewan Eropa Donald Tusk.
Presiden Komisi UE Jean-Claude Juncker mengatakan pertemuan di Brussels itu merupakan hari yang menyedihkan.
"Melihat negara seperti Inggris Raya meninggalkan Uni Eropa bukan momen sukacita atau perayaan. Ini momen yang menyedihkan dan ini sebuah tragedi," katanya.
Namun, dia mendukung rencana PM May dan mengutarakan hal itu mungkin yang terbaik bagi Inggris.
Pada Desember ini PM May akan menghadapi tugas berat meyakinkan Parlemen Inggris untuk menyetujui proposal Brexit.
Dia harus mendapatkan dukungan mayoritas dari 650 anggota House of Commons. Puluhan dari 315 anggota parlemen dari Partai Konservatif diperkirakan menolak, ditambah sisanya dari Partai Buruh sebagai oposisi. Pemungutan suara di tingkat parlemen akan dilakukan pada Desember. Jika proposal disetujui, Brexit bisa terealisasi pada 29 Maret 2019.
Sebaliknya, jika proposal ditolak parlemen, beberapa hal bisa terjadi. Partai Buruh bisa mendesak dilakukan pemilu secepatnya atau Partai Konservatif bisa mengganti May dari jabatan ketua partai dan mengamendemen perjanjian Brexit agar disetujui parlemen dalam pemungutan suara kedua.
Dosen senior hubungan internasional di Universitas Paramadina Dinna Wisnu mengatakan keluarnya Inggris dari UE akan berdampak positif bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya.
Menurut dia, justru Inggris yang harus bertahan dalam persaingan dengan UE dan tidak menutup kemungkinan melakukan ekspansi beragam kerja sama dengan negara berkembang termasuk Indonesia.
"Setidaknya untuk beberapa waktu tidak mungkin mengekor kebijakan UE. Artinya ada alternatif kerja sama pembangunan dengan Indonesia," terang Dinna. (Yan/Ind/AFP/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved