Seluruh WNI yang Ditahan di Yaman Dibebaskan

Pra/Gol/Ant/X-9
01/4/2015 00:00
Seluruh WNI yang Ditahan di Yaman Dibebaskan
Serangan udara Arab Saudi menghancurkan rumah-rumah warga di Sana, Yaman, Selasa (31/03/15).(AP/Hani Mohammed)

DI tengah kecamuk perang di Yaman, Kedutaan Besar Indonesia di Sana'a berhasil membebaskan 24 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan otoritas setempat.

"Seluruh WNI yang ditangkap di Yaman sudah dibebaskan tadi pagi," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, tercatat sebanyak 23 WNI ditahan di Sana'a. Namun, ketika pihak kedubes mendatangi tempat-tempat tahanan, ditemukan satu lagi WNI yang ternyata juga ditangkap.

Mereka ditahan karena masalah keimigrasian.

"Jadi, total WNI yang dibebaskan hari ini (kemarin) 16 orang. Sebelumnya, kita membebaskan delapan orang."

Setelah dibebaskan, mereka dibawa ke Kedubes RI di Sana'a untuk diberangkatkan ke wilayah Hudaida.

"Dari Hudaida akan dikeluarkan dari Yaman dan dibawa ke Gizan, Arab Saudi."

Situasi yang sangat mencekam di Yaman membuat pemerintah Indonesia menetapkan siaga satu dan sesegera mungkin mengevakuasi WNI yang berada di negara tersebut.

Menurut Armanatha, tidak ada satu pun wilayah di Yaman yang bisa dikatakan aman setelah koalisi negara Arab melakukan serangan udara terhadap pemberontak Syiah, Houthi.

Mereka membela pemerintahan Yaman di bawah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.

Menurut Kemenlu, WNI di Yaman berjumlah 4.159 orang, 2.626 di antara mereka mahasiswa.

"Kami berharap seluruh WNI mau dievakuasi."

Armanatha menambahkan, pemerintah Indonesia telah menyosialisasikan perihal evakuasi untuk WNI di Yaman sejak Februari silam.

Evakuasi pertama dilakukan pada 1 Maret silam dan 148 WNI telah dipulangkan ke Indonesia.

Menlu Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk membantu proses evakuasi WNI di Yaman.

Panglima TNI pun menyatakan TNI-AU sudah menyiapkan pesawat.

"Menit ini juga bila diminta untuk berangkat ke Yaman, kita siap. Kita tunggu perintah dari Presiden Jokowi melalui menlu," kata Jenderal Moeldoko di Poso, Sulawesi Tengah.

Polri juga membentuk Satgas Khusus Kemanusiaan untuk ikut mengevakuasi WNI di Yaman.

Hari ini, satgas yang dipimpin Kombes Khrisna Murti akan diberangkatkan ke Yaman.

"Satgas akan bertugas lebih kurang dua minggu. Namun, tergantung situasi dan kita lihat perkembangannya nanti," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya