Presiden Nigeria Akhiri Kebungkaman

Ant/I-2
26/11/2018 02:05
Presiden Nigeria Akhiri Kebungkaman
(AFP)

PRESIDEN Nigeria Muhammadu Bu­hari mengakhiri kebungkaman atas serangan kelompok garis keras yang disebut sumber keamanan telah menewaskan sekitar 100 tentara di nega­ra bagian timur laut, Borno.

“Presiden Muhammadu Buhari menyatakan keguncangan hebat atas pembunuhan para tentara itu,” kata kepresidenan melalui surat elektronik yang dikeluarkan juru bicara Buhari, Garba Shehu, Sabtu (24/11).

Sebagai langkah ke depan, Buha­ri akan mengadakan pembicaraan stra­tegis­ dengan para pemimpin tentara dalam beberapa hari mendatang. Se­­perti diketahui, kelompok keras menyerang pangkalan militer pada 18 No­vember di Desa Metele di Borno.

Wilayah itu merupakan pusat pemberontak Boko Haram dan kelompok sempalan mereka, Negara Islam di Afrika Barat (ISWA).  Serangan tersebut dilancarkan ISWA dan menewaskan sekitar 100 tentara Nigeria.

Menurut sumber lainnya, sebanyak 96 tentara tewas di timur laut dalam beberapa hari belakangan. Mereka kebanyakan tewas di Metele. Atas peristiwa itu, kelompok Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab.

Berdasarkan catatan, jumlah tentara yang tewas akibat serangan kelompok garis keras di Nigeria merupakan yang tertinggi sejak Buhari berkuasa pada 2015.
Sementara itu, anggota parlemen di Senat, yakni majelis tinggi parlemen yang ketuanya merupakan salah satu lawan politik Buhari, pada pekan lalu menyatakan 44 tentara tewas dalam serangan di Metele.

Sebagai informasi, lawan utama Buhari dalam pemilihan presiden mendatang, yakni mantan Wakil Presiden Atiku Abubakar, telah berulang kali menulis pesan tentang insiden tentara tewas di Twitter dalam beberapa hari belakangan.

Di sisi lain, tentara Nigeria pada Jumat (23/11) mengeluarkan pernyataan untuk memastikan bahwa serangan terhadap pangkalan tentara memang terjadi. Namun, lembaga itu tidak memberikan rincian tentang jumlah korban tewas dan luka-luka.

Sebaliknya, Buhari yang merupakan pensiunan jenderal dan mantan pe­nguasa tentara, sejauh ini telah membuat pernyataan tentang upaya untuk mengalahkan kelompok-kelompok  gerilyawan.

Hal itu, kata Buhari, sebagai bagian dari keberhasilan kampanyenya pada Pemilihan Umum 2015 sesudah serangan Boko Haram menjelang pemilihan ketika melemahkan presiden saat itu, Goodluck Jonathan.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya