Tingkat Efek Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi

(Yan/I-2)
24/11/2018 08:45
Tingkat Efek Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi
(Fabrice COFFRINI/AFP)

TINGKAT efek rumah kaca di atmos­fer menyentuh rekor tertinggi terba­ru. Demikian siaran pers dari PBB, Kamis (22/11). Ini menjadi peringatan bahwa waktu untuk bertindak sudah habis.

Menjelang KTT iklim COP 24 di Po­landia bulan depan, para pejabat tinggi PBB kembali mencoba meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk memenuhi janji membatasi pemanasan hingga kurang dari dua derajat celsius, yang diabadikan dalam kesepakatan Paris 2015.

“Tanpa pemotongan cepat CO2 dan gas rumah kaca lainnya, perubahan iklim akan berdampak kian merusak dan tidak dapat diubah. Jendela kesempatan untuk bertindak hampir tertutup,” kata Kepala Badan Meteorologi Dunia Petteri Taalas dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah surat terbuka untuk semua negara menjelang COP24, Kepala Hak Asasi PBB Michelle Bachelet memperingatkan konsekuensi bencana jika dunia tidak berbalik arah. “Seluruh bangsa, ekosistem, masyarakat, dan cara hidup dapat dengan mudah lenyap,” katanya.

Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump, yang menarik peme­rintahannya keluar dari perjanjian Paris, sekali lagi pada Kamis muncul dan menimbulkan keraguan pada ilmu iklim.

‘Apa yang terjadi dengan pemanas­an global?’ kata Trump dalam Twitter. Saat merespons pernyataan Trump, Wakil Kepala WMO Elena Ma­naenkova mengatakan kepada wartawan bahwa ilmu yang mendu­kung pemanasan global ialah te­gas, tanpa menantang pemimpin AS secara langsung.

The Greenhouse Gas Bulletin, laporan tahunan lembaga cuaca PBB, melacak kandungan gas berbahaya di atmosfer sejak 1750.

Laporan tahun ini, mencakup data 2017, menyebut konsentrasi CO2 di atmosfer pada 405,5 bagian per juta (ppm).

Jumlah ini naik dari 403,3 ppm pada 2016 dan 400,1 ppm pada 2015. “Terakhir kali bumi mengalami konsentrasi CO2 yang sebanding ialah 3-5 juta tahun yang lalu ketika temperaturnya 2-3 derajat celsius lebih hangat,” kata Taalas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya