Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKELOMPOK orang bersenjata menyerang Konsulat Tiongkok di Karachi, Pakistan, kemarin. Serangan kelompok separatis yang menuding Tiongkok sebagai penindas itu, menewaskan dua petugas kepolisian.
Otoritas Pakistan menyatakan pengamanan di sekitar gedung konsulat langsung diperketat pascaterjadinya serangan. Sebelumnya, serangkaian serangan menyasar sejumlah warga Tiongkok, termasuk pekerja yang teribat dalam proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar di Pakistan.
Javaid Alam Odho, petugas kepolisian setempat, mengisahkan kronologi kejadian. Insiden tersebut berawal saat beberapa pria bersenjata berusaha memasuki gedung konsulat yang berlokasi di wilayah selatan.
Namun, upaya mereka dihalangi petugas di pos pemeriksaan. Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan yang menewaskan dua petugas kepolisian.
Salah satu penyerang diketahui memakai rompi bom bunuh diri yang untungnya tidak sempat meledak. Dalam merespons hal itu, Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi menegaskan seluruh tindakan terorisme harus dibasmi.
“Kelompok teroris berusaha me-nerobos ke dalam Konsulat Tiong-kok. Petugas keamanan dan kepolisian sudah berhasil menguasai para teroris. Kami pastikan situasi di kedutaan aman dan pengawasan terus berjalan,” ujar Qureshi.
Belakangan diketahui, serangan dilakukan kelompok militan separatis yang berasal dari Balochistan, yakni provinsi di barat daya Pakistan yang menjadi lokasi proyek investasi raksasa Tiongkok.
“Kami yang melakukan serangan itu. Aksi kami masih akan berlanjut. Kami melihat Tiongkok sudah seperti penindas, sama dengan pasukan Pakistan,” ucap juru bicara tentara pembebasan Balochistan (BLA), Geand Baloch, kepada AFP melalui sambungan telepon dari lokasi yang tidak bisa terdeteksi.
Tidak menikmati
BLA merupakan salah satu kelompok militan yang berbasis di Balochistan, provinsi terbesar sekaligus termiskin di Pakistan. Wilayah tersebut dipenuhi kelompok pemberontak, pengikut ajaran sekte, dan etnik tertentu.
Meski Balochistan dikenal menyimpan kekayaan sumber daya alam, penduduknya tidak pernah merasakan nikmatnya. Masyarakat Balochistan sudah lama mengeluhkan persoalan tersebut.
Seperti diketahui, Tiongkok yang masuk jajaran mitra terdekat Pakistan, menggulirkan investasi miliaran dolar ke negara Asia Selatan itu selama beberapa tahun terakhir.
Proyek infrastruktur raksasa yang tengah digarap ialah menghubungkan Provinsi barat Xinjiang dengan pelabuhan Laut Arab di Gwadar, Balochistan. Proyek tersebut bagian dari Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC).
Salah satu proyek terbesar dalam prakarsa One Belt and One Road ialah pembangunan jaringan infrastruktur jalan dan jalur laut dengan melibatkan 65 negara.
Dalam implementasinya, Pakistan turut berpartisipasi dalam proyek raksasa yang diusung Tiongkok. Hal itu kemudian menghadirkan tantangan besar.
Berbagai persoalan timbul, seperti potensi korupsi endemik hingga pemberontakan di sejumlah daerah yang menjadi jalur lintasan koridor.
Sejak dimulainya proyek, kelompok militan kerap menyerang lokasi konstruksi, meledakkan jaringan pipa gas dan sarana kereta api, hingga melukai pekerja asal Tiongkok.
Pada Agustus lalu, tiga warga Tiongkok luka berat dalam serangan bunuh diri dalam sebuah bus. Para teroris sudah mengintai bus yang membawa insinyur Tiongkok yang bekerja di proyek pertambangan di Balochistan. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved