Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) tengah mempertimbangkan penangguhan rencana latihan militer gabungan yang dijadwalkan Musim Semi 2019. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, mengisyaratkan langkah itu bertujuan memfasilitasi perundingan nuklir dengan Korea Utara (Korut).
"Foal Eagle (latihan gabungan) sedang dipertimbangkan kembali agar tidak membayakan strategi diplomasi," ucap Mattis.
Seperti diketahui, pasukan militer AS dan Korea Selatan telah melakukan latihan gabungan selama bertahun-tahun. Menu latihan rutin mencakup berbagai aspek, mulai dari pendaratan pantai hingga invasi dari Utara, maupun 'pemenggalan' yang menargetkan rezim Korea Utara.
Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang menjalani pendekatan diplomatik yang cepat, setelah sebelumnya saling menghina dan menggulirkan ancaman. Sekitar April, dengan mengusung semangat iklim baru perdamaian di Semenanjung Korea, Kim menyatakan misi nuklir di negaranya selesai. Pihaknya akan fokus pada pembangunan ekonomi sosialis.
Puncak pecairan ketegangan bilateral berlangsung dalam pertemuan bersejarah di Singapura pada Juni lalu. Kedua pemimpin negara sepakat menandatangani dokumen denuklirisasi di wilayah semenanjung, meski masih samar. Sejak itu, AS dan Korea Selatan menangguhkan sebagian besar latihan militer gabungan yang selama ini cenderung provokatif.
Bagaimanapun lambannya kemajuan perundingan bilateral, membuat AS tetap mempertahankan sanksi terhadap Korut. Setidaknya sampai denuklirisasi berakhir dan sepenuhnya diverifikasi. Alhasil Pyongyang meradang dan mengutuk tuntutan AS layaknya perilaku gangster.
Awal November, Korut melemparkan ancaman serius untuk mempertimbangkan kelanjutan senjata nuklir, apabila AS tak kunjung mencabut sanksi ekonomi yang memberatkan. Sebelumnya pada bulan lalu, kantor berita pemerintah Korut menerbitkan artikel pemberitaan berisi 1.700 kata yang menuduh AS tengah memainkan peran ganda.
Di tengah diplomasi AS-Korea Utara yang membingungkan, Korsel masih menyiagakan puluhan ribu pasukannya di area perbatasan. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, cukup lama mendorong Korut agar menghentikan program nuklir dan balistik, demi menghindari sanksi dari Dewan Keamanan PBB.
Korea Selatan juga tidak ragu me-ngucurkan investasi besar untuk mengembangkan berbagai proyek bersama lintas batas. Hal tersebut sebagai insentif yang memuluskan langkah menuju denuklirisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved