Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADU argumen di tempat parkir sebuah rumah sakit di Chicago berubah menjadi penembakan yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang perwira polisi, di Kota Chicago, AS, pada Senin (19/11).
Kekerasan baru berakhir ketika polisi akhirnya terlibat dalam tembak-menembak dengan pria bersenjata di dalam Mercy Hospital. "Ada empat orang yang meninggal, yakni petugas polisi, dua karyawan staf perempuan di rumah sakit, dan pelaku," kata Inspektur Polisi Eddie Johnson kepada para wartawan.
"Penembak membunuh korban pertamanya, yakni seorang perempuan yang berada dalam hubungan domestik dengan dia saat berdebat di tempat parkir. Kemudian dia menembak polisi ketika mereka tiba di rumah sakit dan berlari ke dalam," kata Johnson.
Pasien-pasien digambarkan merasa waswas dengan suara tembakan di luar Mercy Hospital dan melihat seorang lelaki berjalan dengan seorang perempuan di tempat parkir sebelum menembaknya di dada tiga kali.
"Begitu dia jatuh ke tanah, dia berdiri di atasnya dan menembaknya tiga kali lagi," kata pengamat James Grey.
Pasien Hector Avitia mengatakan kepada televisi CBS bahwa dia bersama istrinya menunggu hasil tes ketika dia melihat seorang pria bersenjata membalas tembakan pada seseorang ke arah tempat parkir.
"Kemudian segera, seorang petugas datang dengan sebuah SUV, dan (si penyerang) menembaki mereka dan kemudian mengisi ulang dan menembak mereka lagi," kata saksi lain. "Kemudian dia masuk ke rumah sakit dan melepaskan lebih banyak tembakan."
Kurang dari dua minggu sebelumnya, seorang pria bersenjata membunuh 12 orang di bar musik California yang dipenuhi mahasiswa.
Itu terjadi setelah serangan anti-Semit terburuk dalam sejarah modern AS, ketika seorang pria bersenjata menembaki para anggota jemaat di sebuah sinagoge di Kota Pittsburgh, Amerika Serikat, pada 27 Oktober.
Orang yang lewat RS diperingatkan saat terdengar antara enam dan sembilan tembakan yang awalnya mereka kira suara kebisingan konstruksi.
"Saya takut sekali. Saya tidak pernah begitu takut. Saya mendengar penembakan terjadi setiap hari di tempat kerja orang, tetapi tidak di mana saya bekerja," kata seorang karyawan klinik keluarga rumah sakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved