Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak kuasa menahan kesedihannya melihat dampak kebakaran dahsyat yang melanda negara bagian California. Dia pun melemparkan klaim kontroversial bahwa bencana yang menyebabkan 76 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang dinyatakan hilang, merupakan akibat kesalahan pengelolaan kawasan hutan.
"Ini sungguh menyedihkan," ucap Trump seraya mengamati puing-puing bangunan yang tersisa di wilayah Paradise. Pemandangan lalu lalang pekerja layanan darurat pun menghiasi wilayah yang menghitam setelah dilalap api. Dalam kunjungannya, Trump didampingi menantunya, Jared Kushner, dan kepala staf pemerintahan, John Kelly.
"Laporan yang saya terima, ini tidak seburuk beberapa daerah lainnya. Katanya sebagian wilayah lebih parah lagi," imbuhnya yang melayangkan pandangan ke barisan bangkai mobil, serta sejumlah pangkal pohon yang tertinggal.
Ganasnya kobaran api paling mematikan dan merusak dalam sejarah California, yang disebut Camp Fire, menelan 76 korban jiwa. Namun dalam laporan terbaru, otoritas berwenang mengonfirmasi tambahan 5 korban tewas. Kebakaran pun melahap area permukiman di Chicago hingga menghancurkan 10.000 rumah, serta 2.500 bangunan lainnya.
Di Chico, wilayah dekat Paradise, Trump bertemu dengan petugas pemadam kebakaran dan relawan lainnya di markas untuk layanan darurat. Petugas kebakaran senior menceritakan betapa cepat sebaran api, yang menyulitkan upaya penanganan maupun evakuasi. Trump kemudian mencermati peta besar terletak di atas sebuah meja, yang menunjukkan titik sebaran api dengan status masih menyala.
Masih berpegang pada pernyataan kontroversial sebelumnya, Trump kembali menegaskan kebakaran di negara bagian California disebabkan kesalahan pengelolaan hutan. Menurutnya, sebagian besar pihak yang terlibat harus bertanggung jawab. "Saya berkomitmen untuk memastikan semua pengelolaan hutan dengan cara yang benar dan dilindungi. Itu sangat penting," cetus Trump di Paradise.
Beberapa hari lalu, Trump mengancam akan memangkas anggaran federal ke California, atas dugaan kesalahan pengelolaan hutan. Namun, Brian Rice, pemimpin California Professional Firefighters, menilai pernyataan Trump sebelumnya minim infomasi. Sebaliknya, pemerintah federal lebih dulu memangkas anggaran untuk pengelolaan hutan.
Saat disinggung kontribusi perubahan iklim terhadap meluasnya dampak kebakaran, Trump sekali lagi menekankan kesalahan berada pada faktor pengelolaan hutan. Dia pun berkukuh pada pendapatnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Trump skeptis terhadap klaim peranan manusia dalam pemanasan global. Padahal, sejumlah bukti ilmiah menunjukkan penggunaan energi fosil berlebihan, mendorong pemanasan global yang menyebabkan cuaca ekstrem.
Kebakaran mulai tercium pada 8 November lalu, tepatnya di sekitar wilayah utara kaki gunung Sierra Nevada. Ribuan warga terpaksa dievakuasi. Camp Fire dan sejumlah titik api besar lainnya mengakibatkan masalah polusi udara di wiayah negara bagian tersebut. Begitu Trump melangkah keluar dari Air Force One di pangkalan udara di ibu kota Sacramento, sinar matahari bahkan sulit menembus kabut asap tebal yang menutupi langit.
Pada Jum'at lalu, Kepala Kepolisian Butte County, Kory Honea, memaparkan jumlah warga yang dilaporkan hilang melonjak dari 631 orang menjadi 1.011 orang dalam 24 jam terakhir. Pihak berwenang menerima laporan orang hilang melalui layanan panggilan darurat. Kory menggarisbawahi daftar bergerak dinamis, namun pihaknya tetap melakukan pencatatan. Mengingat, terdapat kemungkinan orang yang dinyatakan hilang sebenarnya melarikan diri. Sejauh ini, sekitar 300 orang yang sebelumnya masuk dalam daftar hilang, telah ditemukan.
Sebelum berkeliling, Trump bertemu dengan Gubernur California Jerry Brown, berikut gubernur terpilih Gavin Newsom. Ketika melewati beberapa area permukiman, terlihat beberapa tulisan berterima kasih kepada Trump, namun adapula yang menyebut Trump "orang bodoh". Roslyn Roberts, warga Paradise yang terdampak kebakaran, mengatakan tidak sependapat dengan pandagan Trump mengenai pengelolaan hutan, meskipun dia memberikan suara kepada Trump dalam pemilihan presiden.
"Saya ingin berkata kepadanya (Trump), bahwa kebakaran tidak ada hubungannya dengan pengelolaan hutan," tukas Roslyn di tempat penampungan yang didirikan Palang Merah Amerika. Dinas Pemadam Kebakaran California menyatakan Camp Fire menghanguskan 149.000 hektar wilayah negara bagian. Sekitar 47.200 orang terpaksa dievakuasi akibat terdampak kebakaran dan 1.200 orang tinggal di tempat penampungan.(AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved