Kapal Selam Ditemukan setelah Setahun Hilang

AFP/Tes/I-2
19/11/2018 03:05
Kapal Selam Ditemukan setelah Setahun Hilang
(AFP/STR/NOTICIAS ARGENTINAS)

SETAHUN  menghilang di dasar Samudra Atlantik, bangkai kapal selam Argentina dapat ditemukan. Sebanyak 44 awak kapal tewas, dan insiden itu menjadi tragedi terburuk dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Tim ahli yang mencari keberadaan kapal selam bernama ARA San Juan itu menyatakan membutuhkan dana sekitar US$1 miliar untuk mengangkat bangkai kapal ke permukaan. Menteri Pertahanan Argentina, Oscar Aguad, membenarkan nilai anggaran yang dikeluarkan untuk mencari kapal nahas itu.

Tim pencari menemukan reruntuhan kapal di kedalaman lebih dari 800 meter atau sekitar 2.600 kaki. Angkatan Laut (AL) Argentina mengonfirmasi kapal selam tersebut telah meledak sebelumnya.

Keluarga dan rekan korban terlihat saling berpelukan dan memegang kepala mereka seraya menitikkan air mata saat mengetahui kabar ditemukannya ARA San Juan. Tenggelamnya kapal selam itu membawa pergi sejumlah perwira tinggi AL Argentina selamanya.

Misteri hilangnya ARA San Juan terkuak setelah The Seabed Constructor, yakni kapal pencarian milik perusahaan asal Amerika Serikat (AS) berhasil menemukan lokasi kapal selam tersebut.

Kabar itu diperoleh tepat sehari setelah peringatan satu tahun menghilangnya ARA San Juan. The Seabed Constructor mulai menggencarkan operasi pencarian sejak September lalu.

Sebagai informasi, AL Argentina mulai hilang kontak dengan kapal selam tersebut pada 15 November 2017 dengan posisi terakhir sekitar 450 kilometer dari tepi pantai. Saat itu, ARA San Juan sedang menjalankan misi perjalanan ke ujung selatan Argentina.

Kepala AL Argentina, Jose Villan, mengungkapkan medan berat di dasar laut menjadi faktor utama yang menyulitkan operasi pencarian.

Namun, berkat kegigihan tim pencari, akhirnya dapat menemukan bangkai kapal yang sudah dalam kondisi hancur menjadi beberapa potongan dengan panjang sekitar 11 meter-30 meter.

Bahkan, zona seperti kawah terlihat menganga di bagian tengah yang mengindikasikan adanya ledakan yang bersumber di dalam badan kapal. Untuk menjelaskan peristiwa itu, secara khusus pihak AL menemui anggota keluarga korban. Mereka diperlihatkan sejumlah foto yang diambil robot bawah air.

Beberapa foto itu ialah baling-baling, tabung torpedo, dan lapisan dek yang teronggok di dasar laut. "Saya masih memiliki harapan mereka bisa ditemukan dalam kondisi hidup," ucap ayah salah satu marinir, Luiz Niz, dengan suara parau.

Namun, pemerintah Argentina memastikan tidak ada awak kapal yang selamat. Peristiwa tragis itu menorehkan luka mendalam bagi keluarga korban. Sejumlah anggota keluarga korban yang tergabung dalam kelompok kecil melakukan aksi protes di luar markas Angkatan Laut Agrentina. Mereka memegang spanduk bertuliskan '44' sebagai simbol hilangnya 44 awak. Spanduk lain berbunyi seruan, "Jangan Lupa!."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya