Yakovleva, Malaikat Pelindung Pensiunan di St Petersburg

AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-2
19/11/2018 00:30
Yakovleva, Malaikat Pelindung Pensiunan di St Petersburg
(AFP)

LAMA  pensiun dari pekerjaannya sebagai sopir troli di Saint Petersburg, Galina Yakovleva, 80, hingga kini masih menghabiskan hari-harinya di belakang kemudi. Namun, sekarang dia membawa mini van saat bertugas membagikan makanan kepada para pensiunan yang membutuhkan.

"Saya melakukannya karena saya suka membantu orang dan saya suka menyetir," tuturnya sambil tertawa di sela aktivitas melayani para pensiunan. Satu dekade yang lalu, Yakovleva menciptakan lembaga amal Dobrota (Kebaikan).

Lembaga itu hanya dijalankan oleh seorang perempuan, yakni Yakovleva. Dia merangkap sebagai direktur, manajer, sekaligus sopir. Di seluruh Rusia, pensiunan kini tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka karena harus menghadapi rencana pemerintah yang dinilai tidak populer.

Pemerintah menaikkan usia pensiun sehingga menimbulkan masalah dan menjadi sorotan publik. Pada Oktober lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin meneken Rancangan Undang-Undang yang akan mengangkat usia pensiun bagi laki-laki menjadi 65 dari sebelumnya 60.

Untuk perempuan, usia pensiun ditetapkan 55 sampai 60 tahun. Langkah itu telah memicu protes di jalanan karena para lansia diharuskan tetap bekerja di usia senja mereka. Reformasi pensiun itu menyebabkan reaksi yang membuat kandidat-kandidat yang didukung Kremlin kalah dalam pemilihan regional di seluruh negeri.

"Ini dia, malaikat pelindung kami!" teriak Nina, tetangga Yakovleva, 84, saat bertemu di halaman kompleks tempat tinggal mereka. Yakovleva lalu mengambil sekotak kue dari belakang van-nya dan memberikan ke Nina.

"Ayo, ada peti apel yang ku dapat dari teman. Aku masih punya tiga kunjungan lagi," katanya sambil menyalakan mesin mobil.

Di Saint Petersburg, uang bulanan pensiunan rata-rata 12.300 rubel (US$180). Adapun batas pendapatan kemiskinan yang ditetapkan pemerintah berada di level 7.000 rubel.

"Pensiunan masih harus membayar tagihan dan obat-obatan mereka yang bisa sangat mahal. Jadi, bantuan yang kuberikan selalu berguna." ungkap Yakovleva.

Barang-barang yang diberikan kepada para pensiunan, dia peroleh dari restoran, toko-toko, tukang roti, serta teman dan kenalan. Mereka dengan sukarela menyediakan makanan, pakaian, dan barang-barang penting lainnya.

Meski sebelumnya dia bekerja di troli, Yakovleva mengatakan terkadang dia masih dihentikan polisi karena melihat dia di belakang kemudi sebuah mini van.

"Mereka ramah, hanya karena mereka penasaran. Sebab, sangat jarang melihat seorang perempuan seusia saya masih mengemudi di Rusia." Sebagian besar klien Yakovleva ialah pensiunan, tapi ada juga penyandang cacat dan sejumlah keluarga besar.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya