AS Beri Kesimpulan Awal Pekan Depan

AFP/Tes/I-2
19/11/2018 00:10
AS Beri Kesimpulan Awal Pekan Depan
(AFP)

MENYUSUL laporan Badan Intelijen Pusat (CIA) mengenai kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, pemerintah Amerika Serikat (AS) segera membuat kesimpulan akhir pada awal pekan depan. Hal itu diutarakan Presiden AS, Donald Trump, menanggapi laporan CIA yang menunjukkan keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman.

Sebelumnya, pemerintahan Arab Saudi berulang kali mengubah narasi resmi mengenai pembunuhan yang terjadi pada 2 Oktober 2018 lalu itu. Awalnya, pemerintah Arab Saudi mengaku tidak mengetahui keberadaan Khashoggi.

Namun, kemudian pemerintah Arab Saudi menyatakan sang jurnalis tewas terbunuh setelah terlibat pertengkaran sengit. Awal pekan ini, Kejaksaan Arab Saudi menyatakan Putra Mahkota tidak terlibat dalam aksi pembunuhan kejam di gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Trump, saat meninjau wilayah terdampak kebakaran di Malibu, California, mengatakan pihaknya akan mengantongi laporan lengkap dalam dua hari ke depan.

"Kami akan memiliki laporan yang sangat lengkap, mungkin Senin atau Selasa," kata Trump.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS, Heather Nauert, sempat menyatakan laporan pemberitaan yang mengindikasikan AS telah membuat kesimpulan akhir terkait kasus kematian Khashoggi, tidak akurat. "Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai misteri pembunuhan Khashoggi," imbuh Nauert.

Untuk itu, Kemenlu AS berkomitmen terus mencari fakta, termasuk bekerja sama dengan negara lain untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab di balik tewasnya kolumnis Washington Post tersebut.

Kendati demikian, lanjutnya, AS berupaya mempertahankan hubungan strategis dengan Arab Saudi. "Di lain sisi, kami terus berkonsultasi dengan Kongres serta bekerja sama dengan negara-negara lain untuk meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi."

Dia menekankan Washington bisa mengambil tindakan tegas terhadap individu yang bertanggung jawab, termasuk penjatuhan sanksi dan pembekuan visa.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya