Trump Salahkan Pengelolaan Hutan

Tesa Oktiana Surbakti
18/11/2018 23:50
Trump Salahkan Pengelolaan Hutan
(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat dampak kebakaran dahsyat yang melanda Negara Bagian California.

Dia pun melemparkan klaim kontroversial bahwa bencana yang menyebabkan 76 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang dinyatakan hilang, merupakan akibat kesalahan pengelolaan kawasan hutan.

"Ini sungguh menyedihkan," ucap Trump seraya mengamati puing-puing bangunan yang tersisa di wilayah Paradise. Pemandangan lalu-lalang pekerja layanan darurat pun menghiasi wilayah yang menghitam setelah dilalap api.

Dalam kunjungannya, Trump didampingi menantunya, Jared Kushner, dan Kepala Staf Pemerintahan John Kelly.

"Laporan yang saya terima, ini tidak seburuk beberapa daerah lainnya. Katanya sebagian wilayah lebih parah lagi," imbuhnya sambil melayangkan pandangan ke barisan bangkai mobil serta sejumlah pangkal pohon yang tertinggal.

Ganasnya kobaran api paling mematikan dan merusak dalam sejarah California, yang disebut Camp Fire, telah menelan 76 korban jiwa. Namun, menurut laporan terbaru, otoritas berwenang mengonfirmasi tambahan lima korban tewas lainnya.

Kebakaran melahap area permukiman di Chicago hingga menghancurkan 10 ribu rumah serta 2.500 bangunan lainnya. Di Chico, wilayah dekat Paradise, Trump bertemu dengan petugas pemadam kebakaran dan relawan lainnya di markas layanan darurat.

Petugas kebakaran senior menceritakan betapa cepat sebaran api sehingga menyulitkan upaya pemadaman maupun evakuasi.

 

Berkukuh

Saat mengunjungi lokasi bekas kebakaran, Trump juga mencermati peta besar di atas sebuah meja yang menunjukkan titik sebaran api dengan status masih menyala.

Masih berpegang pada pernyataan kontroversial sebelumnya, Trump kembali menegaskan kebakaran di Negara Bagian California disebabkan kesalahan pengelolaan hutan. Dia tetap berkukuh pada penilaiannya.

Menurutnya, sebagian besar pihak yang terlibat harus bertanggung jawab. "Saya berkomitmen untuk memastikan semua pengelolaan hutan dengan cara yang benar dan dilindungi. Itu sangat penting," cetus Trump.

Beberapa hari lalu, Trump mengancam akan memangkas anggaran federal ke California karena dugaan kesalahan pengelolaan hutan. Namun, Pemimpin California Professional Firefighters, Brian Rice, menilai pernyataan Trump itu minim infomasi.

Sebaliknya, pemerintah federal telah lebih dulu memangkas anggaran untuk pengelolaan hutan. Saat disinggung kontribusi perubahan iklim terhadap meluasnya dampak kebakaran, Trump sekali lagi menekankan kesalahan berada pada faktor pengelolaan hutan.

Dia pun berkukuh pada pendapatnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Trump skeptis terhadap klaim peranan manusia dalam pemanasan global. Padahal, sejumlah bukti ilmiah menunjukkan penggunaan energi fosil berlebihan, ikut mendorong pemanasan global yang menyebabkan cuaca ekstrem.

Seperti diketahui, kebakaran mulai muncul pada 8 November lalu, tepatnya di sekitar wilayah utara kaki Gunung Sierra Nevada. Ribuan warga terpaksa dievakuasi.

Akibat Camp Fire dan sejumlah titik api besar lainnya, timbul masalah polusi udara di wilayah negara bagian tersebut. Hal itu dialami langsung oleh Trump.

Ketika orang nomor satu di 'Negeri Paman Sam' tersebut melangkah keluar dari pesawat kepresidenan Air Force One di pangkalan udara di ibu kota Sacramento, sinar matahari sulit menembus karena kabut asap tebal yang menutupi langit. (AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya