Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat menyimpulkan adanya keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Hal itu dilaporkan media lokal AS dengan mengutip sumber yang dekat dengan penelusuran tersebut. Penilaian itu bertentangan dengan kesimpulan Kejaksaan Arab Saudi yang membebaskan Putra Mahkota.
Akan tetapi, Washington Post yang gencar menyoroti kasus tersebut mengungkapkan CIA menemukan bukti bahwa 15 agen yang diterbangkan dari Arab Saudi masuk ke Turki menggunakan pesawat pemerintah.
Saat dimintai konfirmasi AFP, CIA enggan berkomentar. Seperti diketahui, Khashoggi, kolumnis Washington Post, tewas di dalam gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, saat mengurus dokumen pernikahannya.
Di lain pihak, Arab Saudi yang dengan cepat menepis segala temuan CIA secara berulang kali telah mengubah narasi resmi mengenai kasus pembunuhan yang terjadi pada 2 Oktober 2018 itu.
Awalnya, Arab Saudi mengaku tidak mengetahui keberadaan Khashoggi, tapi kemudian menyatakan sang jurnalis tewas setelah terlibat pertengkaran sengit.
Laporan teranyar Kejaksaan Arab Saudi pada Kamis lalu menyebutkan bahwa tim beranggotakan 15 orang itu semula dibentuk untuk membawa Khashoggi kembali ke tanah airnya dengan cara persuasif.
Namun, misi itu malah berakhir dengan pembunuhan dan jasad Khashoggi telah dimutilasi.
Lebih lanjut, Washington Post memaparkan hasil penyelidikan CIA tentang percakapan telepon saudara laki-laki Putra Mahkota yakni Duta Besar Arab Saudi untuk AS dengan Khashoggi.
Sang duta besar diketahui memberikan pernyataan kepada Khashoggi bahwa dia bisa masuk ke gedung konsulat dan memperoleh surat-surat yang dibutuhkan dengan aman.
Terhadap temuan itu, juru bicara Kedutaan Arab Saudi menegaskan Duta Besar Khalid bin Salman tidak pernah membahas apa pun dengan Khashoggi, khususnya yang berkaitan dengan kepergiannya ke Turki.
"Duta Besar Pangeran Khalid bin Salman tidak pernah melakukan percakapan telepon dengannya (Khashoggi). Klaim dalam penilaian yang diakui CIA itu salah," bunyi pernyataan resmi kedutaan melalui Twitter.
CIA, seperti dilaporkan Washington Post, menggarisbawahi peran Putra Mahkota sebagai penguasa de facto di Arab Saudi, yang merestui penugasan tersebut. "Peranan nya ialah tidak mungkin hal ini terjadi tanpa dia sadari atau terlibat."
The New York Times memberitakan temuan CIA berdasarkan panggilan telepon dari kelompok pembunuh kepada salah satu ajudan senior Putra Mahkota. Namun, harian itu menyebut sejauh ini panggilan telepon itu menunjukkan Putra Mahkota berupaya memanggil Khashoggi kembali ke Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved