Indonesia-Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah Perbatasan

Golda Eksa
15/11/2018 20:30
Indonesia-Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah Perbatasan
(ANTARA FOTO/Satya Bati/)

PERSOALAN keamanan di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia perlu diselesaikan. Maklum, wilayah tersebut sangat rawan dan berpotensi untuk dimanfaatkan oleh aktor atau para pelaku kejahatan lintas negara.

Komitmen itu ditegaskan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohamad bin Sabu di sela-sela sidang General Border Committee Malaysia Indonesia (GBC Malindo) ke-41 Tahun 2018, di Bali, Kamis (15/11).

Melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Ryacudu mengemukakan persoalan perbatasan sejatinya membutuhkan semangat bersama guna mencari solusi yang terbaik.

Selain kejelasan wilayah perbatasan, sambung dia, isu keamanan juga masih memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal peningkatan usaha bersama kedua negara untuk mencegah dan mengatasi masalah keamanan yang bersifat transnasional.

"Forum GBC Malindo juga mempunyai peran penting untuk mengatasi perpindahan ilegal, termasuk narkoba, pergerakan kelompok teroris, kelompok radikal dan sebagainya," ujarnya.

Kinerja forum GBC Malindo yang terus meningkat juga ditunjukkan dari jumlah dan jenis aktivitas di berbagai bidang. Pun prestasi yang telah dicapai itu diharapkan menjadi modalitas utama untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.

"Manfaat dari kerja sama ini dapat kita rasakan dengan terpeliharanya hubungan antar pemerintah juga hubungan antar masyarakat kedua negara yang semakin erat," kata Ryamizard.

Sidang GBC Malindo merupakan forum rutin tahunan yang merupakan salah satu sarana untuk memfasilitasi dialog kedua negara, khususnya dalam memajukan interaksi kerja sama di wilayah perbatasan. Sebelumnya, Sidang GBC Malindo ke-40 dilaksanakan tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam sidang tersebut, Menhan RI dan Menhan Malaysia didampingi oleh masing-masing delegasi. Delegasi Indonesia menyertakan sejumlah pejabat perwakilan dari beberapa instansi terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mabes TNI, Polri, Bakamla, Basarnas, dan BIN.

Melalui Sidang GBC Malindo ke-41 tersebut kedua negara akan mengevaluasi laporan kemajuan bersama di sejumlah badan di bawah GBC, seperti operasi maupun nonoperasi, termasuk hasil-hasil pertemuan dari kelompok kerja. Nantinya hasil evaluasi itu digunakan untuk menentukan langkah-langkah peningkatan kerja sama di masa mendatang.

Bahkan, lanjut dia, kedua negara juga memanfaatkan Sidang GBC Malindo ke-41 ini untuk mendiskusikan setiap permasalahan bersama yang dihadapi kedua negara, serta mencari jalan pemecahan yang tepat bagi kepentingan bersama.

"Sidang GBC Malindo ke-41 ini merupakan forum yang sangat penting dan strategis dalam memelihara dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan Malaysia adalah dua negara serumpun yang dalam tataran regional memiliki peran penting dalam memelihara stabilitas dan kemajuan di kawasan Asia Tenggara," pungkas dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya