Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Brexit Dominic Raab memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak mendukung proposal Brexit yang telah disepakati Inggris dan Uni Eropa (Brexit).
Pada Rabu malam waktu setempat, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengumumkan rancangan kesepakatan Brexit mendapat dukungan dari kabinet, setelah pertemuan selama lima jam. Akan tetapi, beberapa menteri diketahui menentang rancangan tersebut. Bahkan, suara dari bacbenchers dari Partai Konservatif menyerukan gerakan mosi tidak percaya kepada May.
Adapun, May akan membuat pernyataan resmi mengenai kesepakatan Brexit pada 10.30 GMT. Seperti diketahui, Raab merupakan pendukung yang dipromosikan ke kabinet, untuk menggantikan David Davis yang menentang rencana Brexit sebagaimana digaungkan May. Raab terlibat cukup erat dalam menyusun racangan kesepakatan, yang mencakup sejumlah ketentuan keluarnya Inggris dari lingkaran Uni Eropa.
Baca juga: Duterte Absen KTT ASEAN, Filipina Tepis Dugaan Sakit
Dalam surat pengunduran dirinya, Raab mengatakan tidak bisa lagi mendukung pergerakan Brexit, sebab ketentuan regulasi yang diusulkan untuk Irlandia Utara seakan memberikan ancaman nyata terhadap integritas Kerajaan Inggris. Selain itu, lanjut dia, pengaturan "penahanan" yang ditujukan untuk mencegah kembalinya iklim perbatasan keras Irlandia, akan membuat Uni Eropa memegang hak veto atas upaya Inggris untuk keluar.
"Di atas segalanya, saya tidak dapat berdamai dengan ketentuan dari kesepakatan yang diusulkan, apalagi terdapat janji-janji yang kami buat untuk negara dalam manifesto pemilu terakhir," bunyi pernyataan Raab kepada May.
Jurnais BBC, Norman Smith, berpendapat kepergian Raab berpotensi memicu anggota kabinet lainnya untuk mengambil langkah serupa. Hal ini juga meningkatkan prospek efek domino yang bisa berakhir dengan pecahnya suara kabinet. Sementara itu, Anna Soubry, politikus dari Partai Konservatif menilai pengunduran diri Raab menandai berakhirnya peranjian yang digulirkan May.
"Ini sangat serius, jelas PM akan mempertimbangkan posisinya. Saya memandang kita membutuhkan Pemerintah Kesatuan Nasional. Dan kita butuh itu sekarang," tulis Soubry dalam akun twitter pribadinya.
Anggota parlemen lainnya dari Partai Konservatif, Anne Marie Morris, mengungkapkan keyakinannya bahwa banyak anggota parlemen Tory yang mengirim surat kepada ketua komite 1992, agar diadakan kontes kepemimpinan. Dia berpendapat waktunya masih cukup untuk memilih PM baru yang mampu mengubah haluan Brexit. "Sekarng bukan saatnya untuk (mendukung) kepemimpinannya (May)," tukas Morris.
Sekretaris Brexit bayangan, Sir Keir Starmer, menuturkan terjadi krisis dukungan parlemen yang membayangi kepemimpinan May. Dia pun meminta May untuk lebih mendengar suara parlemen, di mana akan ada suara mayoritas yang berkembang terhadap perombakan kesepakatan Brexit, atau mencari opsi lain.
Sebelumnya, Shailesh Vara diketahui berhenti dari jabatannya sebagai menteri dalam negeri Irlandia Utara. Penyebabnya, dia tidak bisa mendukung perjanjian yang digaungkan May. Menurut Vara, Brexit membuat Inggris berada dalam posisi kehilangan tujuan dalam batas waktu yang tidak jelas, hingga menjadi negara yang berdaulat.(BBC/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved