Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA terus mendorong percepatan perundingan kerja sama ekonomi regional yang komprehensif atau regional comprehensive economic partnership (RCEP). Presiden Joko Widodo menegaskan hal itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ke-2 RCEP di Suntec Convention Centre, Singapura, kemarin.
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa situasi perdagangan dunia yang semakin tidak menentu mendorong Indonesia kembali menyerukan pentingnya perundingan RCEP untuk segera diselesaikan. Adanya ketegangan perdagangan di antara dua negara ekonomi besar, kata Jokowi, mulai menimbulkan dampak kepada negara lain.
"Semakin banyak negara menempuh langkah pengamanan perdagangan, seperti anti-dumping duties, countervailing duties, dan safeguard. Keadaan ini menegaskan pentingnya perundingan RCEP untuk diselesaikan segera," kata Jokowi.
Hingga saat ini, Indonesia bersama dengan negara-negara anggota ASEAN dan mitra lainnya membahas 8 bab dari 21 bab perjanjian RCEP. Secara garis besar, kedelapan bab perjanjian itu telah mencapai kata sepakat di antara negara-negara peserta.
Lebih lanjut, Presiden pun menyampaikan bahwa proses perundingan yang panjang, yang dilakukan sejak KTT pertama di Manila tahun lalu, membuat negara-negara peserta berada pada tahap yang tak memungkinkan lagi untuk menoleh ke belakang.
"Sebagai koordinator perundingan RCEP, saya menilai bahwa kita berada pada the point of no return. Apa yang telah dicapai saat ini harus dijadikan modal untuk menyelesaikan perundingan RCEP agar manfaat integrasi ekonomi dapat dirasakan 3,4 miliar masyarakat kita," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengusulkan agar dalam pertemuan kali ini ditentukan tahun depan sebagai batas waktu penyelesaian perundingan. "Saya mengusulkan agar forum ini memperbarui mandat kepada para menteri untuk menuntaskan perundingan ini tahun depan tanpa penundaan lagi," katanya.
Di sela-sela KTT, Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat seperti Presiden Cile Sebastian Pinera, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Wapres AS Mike Pence.
Dalam pertemuan dengan Putin, Presiden Jokowi meminta dukungan Rusia soal ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah Indonesia. Lalu dengan Pence ada sejumlah hal yang disampaikan Jokowi. Salah satunya mengenai fasilitas generalized system preferences (GSP) atau pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor negara penerima. (X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved