Tanzania Larang Siswa Hamil Bersekolah, Bank Dunia Batalkan Pinjaman

Tesa Oktiana Surbakti
14/11/2018 17:45
Tanzania Larang Siswa Hamil Bersekolah, Bank Dunia Batalkan Pinjaman
((Photo by SIMON MAINA / AFP))

DI tengah kebijakan pelarangan siswa hamil menginjakkan kaki di sekolah, Bank Dunia membatalkan rencana bantuan dana pendidikan senilai US$ 300 juta.

Program pinjaman senilai US$ 300 juta semula ditujukan untuk membantu Kementerian Pendidikan Tanzania, dalam meningkatkan kualitas akses pendidikan menengah. Semestinya, bantuan tersebut disetujui manajemen Bank Dunia akhir bulan lalu. Akan tetapi, sumber Bank Dunia kepada CNN mengatakan program bantuan tersebut ditarik dan tidak akan direalisasikan.

Langkah Tanzania melarang perempuan hamil bersekolah, ditengarai sebagai faktor yang mendasari penarikan pinjaman. Praktik tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak 1960an. Namun, Presiden Tanzania Pombe Magufuli menerapkan kebijakan pelarangan lebih luas sejak 2015.

Pada Juni lalu, Magufuli yang dijuluki The Bulldozer, membuat pengumuman bahwa siswa hamil tidak diizinkan kembali bersekolah meski telah melahirkan. Sejauh ini, belum ada data statistik resmi mengenai jumlah siswa hamil yang dikeluarkan dari sekolah di Tanzania. The US-based Center for Reproductive Rights, sebuah kelompok advokasi internasional memperkirakan sejak 2013 lebih dari 8.000 siswa hamil terpaksa dikeluarkan dari sekolah.

Baca juga: Hamas-Israel Lakukan Gencatan Senjata di Gaza

"Pemulihan aspek ekonomi dan sosial bagi anak perempuan yang sedang menyelesaikan pendidikan, sangat krusial untuk generasi sekarang dan masa mendatang. Dengan menggandeng mitra lainnya, Bank Dunia berkomitmen terus mengadvokasi akses pendidikan bagi anak perempuan, termasuk berdialog dengan pemerintah Tanzania," bunyi pernyataan resmi Bank Dunia.

Munculnya regulasi anyar terkait statistik di Tanzania, yang dinilai mengaburkan data statistik resmi, juga menjadi alasan pendukung bagi Bank Dunia untuk menarik pinjaman. Sebelumnya, Bank Dunia mengkritik aturan hukum yang disepakati September lalu, dengan alasan dapat merusak produksi data penting bagi pembangunan negara.

Seiring dengan langkah tersebut, Bank Dunia juga menangguhkan seluruh kunjungan berbagai misi ke Tanzania, lantaran negara tersebut melakukan diksriminasi terhadap korban pelecehan maupun komunitas LGBT. Tanzania menghadapi kecaman internasional atas tindakan kekerasan kepada kaum yang dianggap minoritas. Saat dikonfirmasi, juru bicara pemerintah Tanzania enggan memberikan komentar.(CNN/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya