Korut Sembunyikan Pangkalan Rudal

(AFP/Yan/I-1)
14/11/2018 06:10
Korut Sembunyikan Pangkalan Rudal
( (Photo by SAUL LOEB / AFP))

Korea Utara mengoperasikan sedikitnya 13 pangkalan yang tidak diumumkan untuk menyembunyikan rudal-rudal berkemampuan dapat bergerak (mobile). Demikian sebuah studi baru yang dirilis Senin (12/11). Penemuan ini meningkatkan keraguan baru atas prakarsa kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump.

Para peneliti di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington mengatakan mereka telah menemukan 13 pangkalan operasi rudal yang belum dilaporkan pemerintah. Di sana kemungkinan ada 20 rudal.

"Ini tidak seperti pangkalan-pangkalan yang telah dibekukan," kata Victor Cha, yang memimpin program Korea Utara milik CSIS, kepada The New York Times.

"Pekerjaan terus berlanjut. Apa yang semua orang khawatirkan ialah Trump telah menerima kesepakatan buruk, " tegas Cha.

Cha sebelumnya bakal ditunjuk menjadi Duta Besar AS untuk Korea Selatan, tetapi batal karena tidak sepakat dengan pendekatan pemerintahan Trump.

"Setiap rudal di pangkalan-pangkalan ini diisi hulu ledak nuklir," kata penulis laporan itu, Joseph Bermudez, pejabat di Korea Utara, kepada Times.

Laporan itu termasuk profil terperinci dari satu pangkalan operasi rudal taktis. Pangkalan ini diilustrasikan dengan citra satelit komersial, dengan hanya berada 120 km dari barat laut Seoul.

Citra memperlihatkan pintu masuk yang nyaris tidak terlihat ke tujuh fasilitas bawah tanah di pangkalan rudal Sakkanmol yang masing-masing terlindungi dari tembakan artileri dan serangan udara dengan tanggul setinggi 18 meter yang terbuat dari batu dan tanah yang digali dari lokasi itu.

Menurut laporan tersebut, ukuran pintu masuk, serta volume tanah yang dibuang, menunjukkan pangkalan itu bisa menjadi rumah satu unit rudal seukuran brigade dengan 18 peluncur bergerak.

Di bawah dua tempat penampungan yang tersembunyi, tertutup salah satu pintu masuk fasilitas drive-through tempat peluncur rudal dapat langsung dipersenjatai, dipicu, dan ditembakkan.

Pintu masuk ke fasilitas bawah tanah tersembunyi dari pandangan dalam citra satelit selama musim semi dan musim panas. "Pintu ini hanya terlihat selama musim gugur dan di musim dingin setelah hujan salju," kata laporan itu.

Times mengatakan Pentagon telah merencanakan untuk mulai mengerahkan generasi baru satelit kecil yang murah untuk melacak rudal bergerak Korut. Namun, program tersebut telah tertahan oleh perselisihan birokrasi dan anggaran.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya