Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN ribu petugas kepolisian dikerahkan untuk mengamankan bentrokan yang terjadi di India saat tengah menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu). Militan Maois diketahui telah melepaskan serangkaian serangan mematikan jelang pemungutan suara di Chhattisgarh, salah satu negara bagian termiskin di India. Sedikitnya 13 orang tewas dalam bentrokan beberapa pekan terakhir.
Beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai, para pemberontak sengaja meledakkan sebuah bom rakitan di distrik Kanker pada Minggu waktu setempat. Peristiwa itu menewaskan seorang petugas kepolisian.
Kelompok militan Maois mengklaim serangannya sebagai bentuk perjuangan atas hak-hak suku lokal dan petani miskin. Mereka turut memasang sejumlah poster di berbagai wilayah yang berisi desakan terhadap masyarakat untuk memboikot pemilu. Penyelenggaraan pemilu kali ini merupakan salah satu dari rangkaian pemilu negara bagian, sebelum menuju pemilu 2019. Maraknya serangan memunculkan pemilu putaran kedua pada 20 November mendatang.
"Sekitar 100 ribu petugas keamanan termasuk pasukan paramiliter, telah dikerahkan untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung damai pada tahap pertama," ujar perwira senior kepolisian, D.M Awasthi.
Baca juga: Bentrokan di Yaman, Ratusan Orang Tewas
Petugas pemilu didatangkan khusus ke sejumlah daerah rawan. Ancaman terbesar berasal dari ranjau darat yang sengaja ditanamkan militer Maois. India saat ini dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi dari Partai Bharatiya Janata (BPJ). Menteri Kepala Raman Singh yang mengincar masa jabatan keempat, menyalahkan serangan pemberontak lantaran menghambat proyek pembangunan di negara bagian tersebut. Populasi penduduk Chhattisgarh mencapai 25 juta orang.
Militan Maois diyakini menyebar di lebih dari 10 negara bagian India. Akan tetapi mereka bergerak aktif di wilayah terpencil dari Chhattisgarh, Odisha, Bihar, Jharkhand dan Maharashtra. Wilayah tersebut mayoritas dihuni penduduk miskin yang menghadapi keterbatasan akses layanan krusial.
Pemberontakan sayap kiri dimulai di negara bagian Bengal Barat sekitar 10 tahun lalu. Tepatnya ketika kaum petani bangkit melawan tuan tanah feodal. Sejak itu, 10 ribu orang dinyatakan tewas. Strategi militer yang digencarkan kelompok Maois, mengacu pada pemimpin revolusioner Tiongkok, Mao Zedong.
Sebelum akhir tahun, pemilu juga akan diselenggarakan di negara bagian Mizoram, Madhya Pradesh, Telangana dan Rajasthan. Hasil keseluruhan akan diumumkan pada 11 Desember mendatang.(AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved