Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria kelahiran Somalia membakar truk pikep sarat tabung gas di tengah kota Melbourne di Australia pada Jumat (9/11) dan menusuk tiga orang, satu di antaranya tewas, sebelum ditembak polisi dalam serangan disebut teror.
IS menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu tanpa memberikan bukti apa pun.
Truk serbaguna pembawa tabung gas barbekyu itu terbakar di jalan ramai Bourke Street sebelum jam sibuk sore hari ketika pengemudi menusuk pejalan dan menyerang polisi. Tabung itu tidak meledak dan apinya padam dalam 10 menit, saat serangan tersebut berakhir.
"Kami belum tahu apakah kendaraan itu dibakar kemudian ia keluar dari mobil tersebut atau ia keluar dari mobil itu dan kemudian kendaraan tersebut terbakar," kata Komisaris Polisi Victoria, Graham Ashton, kepada wartawan.
Video di Twitter dan disiarkan di televisi menunjukkan orang itu mengayunkan pisau ke dua polisi, sementara truknya terbakar di latar
belakang. Salah satu petugas itu menembak pria tersebut dan ia jatuh dengan mencengkeram dadanya seperti ditunjukkan video itu. Rekaman lain menunjukkan dua korban penusukan terbaring di tanah di dekatnya.
Penyerang itu meninggal di rumah sakit, seperti salah satu korbannya, kata Ashton berkata. "Dari yang kami tahu tentang orang itu, kami memperlakukan ini sebagai kejadian terorisme," katanya tentang penyerang tersebut.
Polisi Victoria menolak menanggapi ketika dihubungi tentang pernyataan IS itu. Kelompok keras tersebut juga menyatakan bertanggung jawab atas pengepungan maut di kota itu pada 2017 ketika pria Somalia dibunuh polisi sesudah menyandera seorang wanita.
Polisi tidak memberikan keterangan tentang jatidiri penyerang itu tapi Ashton menyatakan pria itu dikenal mereka dan petugas sandi karena perhimpunan keluarga.
Semua korban adalah laki-laki, kata Ashton, yang menolak mengumumkan nama mereka karena polisi masih berupaya menghubungi keluarga mereka. Saat ditanya apakah ia baru-baru ini pergi ke Suriah, ia mengatakan, "Itu yang mungkin bisa kita bicarakan besok."
Sebagai sekutu setia Amerika Serikat, Australia bersiaga untuk kekerasan semacam itu sesudah pengepungan kafe Sydney pada 2014 dan badan sandinya meningkatkan pengawasan, meskipun tidak ada peringatan atas serangan terkini tersebut.
Pihak berwenang menyatakan kewaspadaan Australia membantu menggagalkan setidak-tidaknya selusin komplotan, termasuk rencana menyerang pusat kota Melbourne saat Natal pada 2016.
Perdana Menteri Scott Morrison dalam pernyataan di Twitter mengatakan, "Australia tidak akan pernah tertekan oleh serangan mengerikan itu."
Ashton mengatakan tidak ada lagi ancaman bagi warga, tapi keamanan akan ditingkatkan di balap kuda dan peringatan Hari Kenangan pada akhir pekan ini.
Video di medan gaul menunjukkan adegan kacau pejalan berlarian ketika penyerang berkelahi dengan polisi dan korbannya berdarah tergeletak di jalan.
Satu orang menghadapi penyerang tinggi itu, memakai kemeja hitam panjang dengan kereta belanja tepat sebelum polisi menarik senjata.
Saksi, Markel Villasin, mengatakan kepada radio Perusahaan Penyiaran Australia, "Pejalan berteriak 'tembak saja dia, tembak saja dia'." Mereka melakukannya.
Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews menyatakan serangan itu adalah "ulah jahat, menakutkan, yang terjadi di kota kami".
Pesan tulis peringatan dikirim sesudah serangan itu dan polisi menutup pusat kota tersebut, yang biasa sibuk dengan pembeli dan orang bersantap pada Jumat malam. Beberapa perintang kemudian diangkat, meskipun tempat kejadian itu akan disegel hingga Sabtu, kata polisi.
Kenangan tetap segar dari serangan maut tapi tidak terkait teror di jalan itu pada tahun lalu, tempat seorang pria menabrakkan mobilnya ke pejalan kaki dengan kecepatan tinggi, menewaskan enam orang dan melukai sekitar 30 lagi. Kejadian tersebut mendorong kota itu memasang ratusan tonggak keamanan. Sopir tersebut sedang diadili.
Pada Desember 2014, dua orang tewas dalam penyanderaan 17 jam oleh pelaku tunggal bersenjata, yang terilhami oleh petempur IS, di kafe di Sydney. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved