Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SANKSI berat yang dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran menargetkan bagian inti dari perekonomian negara Republik Islam itu. Tujuannya ialah menekan Teheran agar mengubah arah dan menghentikan kegiatan memfitnah seperti dituduhkan AS.
Seperti diketahui, awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump menarik negara adidaya itu keluar dari perjanjian multilateral yang menempatkan kontrol ketat pada program nuklir Iran. Sebagai konsekuensinya, AS kini mulai memberlakukan sanksi keras terhadap sektor minyak dan keuangan Iran.
Akibatnya, rakyat Iran menderita secara ekonomi. Seorang pegawai negeri, Ayeh, mengakui bahwa sanksi telah berdampak buruk terhadap banyak warga Iran, terutama pegawai negeri. Namun, menurutnya, sanksi akan sepadan jika akhirnya memberikan perubahan dalam tata cara pengaturan negara.
"Saya mengakui bahwa sanksi memengaruhi hidup rakyat, terutama kami. Jika sanksi-sanksi itu dapat membantu meruntuhkan Republik Islam, saya siap untuk tole-ran, bahkan untuk jangka panjang walaupun daya beli saya menjadi semakin terbatas. Semua untuk kejatuhan Republik Islam, untuk digantikan pemerintahan yang demokratis," kata Ayeh.
Seorang warga lainnya, Mahdis, yang merupakan pelajar di Prancis, mengakui dirinya dan pelajar lran di luar negeri akan sangat merasakan dampak sanksi AS. Menurutnya, sanksi pertama sudah buruk, kemudian ditambah sanksi baru yang kian memperburuk situasi.
"Masalah terbesar kami ialah karena sanksi menyangkut perbankan. Ketika saya mulai kuliah di universitas di sini, terlalu sulit untuk membuka rekening sebagai mahasiswa Iran. Sekarang, karena sanksi, kami tidak dapat menerima uang dari Iran," ujarnya.
Menurutnya, transaksi yang terkait dengan Iran akan diblokir atau perlu klarifikasi dengan dokumen tentang sumber dana. Hal itu dipastikan menjadi masalah terbesar pelajar Iran di luar negeri.
Di sisi lain, Mohammad, penduduk di Zahedan, Iran tenggara, mengkhawatirkan dampak sanksi pada pengecer dan produsen karena biaya bahan impor melonjak. "Sanksi memukul kami, tapi para pejabat berbicara murahan."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved