Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG-ORANG Suriah yang menyelamatkan diri dari perbuatan anggota kelompok bersenjata Unit Perlindungan Rakyat (YPG)/Partai Pekerja Kurdis (PKK) di Kabupaten Tal Abyad di Raqqah, Suriah, dan kemudian mengungsi ke Turki, mengungkapkan keinginan mereka untuk pulang ke Tanah Air.
Warga di Tal Abyad, yang rumah mereka dikosongkan secara paksa, harus mengungsi ke Kabupaten Akcakale di Provinsi Sanliurga, Turki Tenggara, dan sekarang mereka mengharapkan dukungan Turki untuk membersihkan kabupaten tempat tinggal mereka dari amukan para pelaku teror.
Shair Radeyni, pengungsi yang tiba di Akcakale tiga tahun lalu, mengatakan kepada kantor berita Anadolu seperti dipantau kantor berita Antara di Jakarta, kemarin, bahwa kelompok teror tersebut mengusir sebagian besar warga Arab Sunni dari tempat tinggal mereka.
"Turki ialah satu-satunya negara yang mendukung kami," katanya.
Ahmet Seyh Ahmet, pengungsi berkewarganegaraan Suriah lainnya, menuduh anggota YPG/PKK menanam ganja di ladang milik warga lokal dan memperjualbelikan narkotika.
"Mereka merekrut anak-anak yang berusia 11-12 tahun secara paksa untuk berperang membantu mereka," tambah Ahmet.
Dia pun mengungkapkan keinginan untuk pulang ke Tanah Air mereka. "Kami menginginkan bantuan dari Turki, satu-satunya pendukung kami dalam masalah ini."
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (3/11) menyerukan agar gerilyawan YPG/PKK segera meninggalkan Kota Manbij di Suriah Utara.
"Tujuan kami ialah keluarnya kelompok teror YPG/PKK dari Manbij sesegera mungkin," kata Erdogan dalam taklimat bersama dengan mitranya dari Ukraina Petro Poroshenko di Istanbul, Turki.
Konferensi pers gabungan tersebut diadakan setelah pertemuan ketujuh Dewan Kerja Sama Strategis Turki-Ukraina. Dia pun mengingatkan mengenai peta jalan Manbij yang sebelumnya ditetapkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan rekannya dari Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo.
"Peta jalan itu tidak dipatuhi," kata Erdogan. Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan hal itu dan proses tersebut sedang berlangsung.
"Kementerian Pertahanan Nasional Turki sudah menyiarkan gambar mengenai babak pertama patroli gabungan Turki dan AS di Manbij yang dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved