Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kerja Sama Islam (OIC) mencela keputusan Presiden Brasil yang baru terpilih, Jair Bolsonaro, karena akan memindahkan kedutaan besar negara itu di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem.
"Pernyataan tersebut ialah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan semua resolusi yang terkait dengan PBB," kata OIC di dalam satu pernyataan pada Sabtu (3/11).
Menurut kantor berita Anadolu seperti dipantau kantor berita Antara di Jakarta, kemarin, Badan pan-Muslim tersebut juga menyerukan agar Brasil bersikap sebaliknya, yaitu mengambil posisi yang mendukung peluang untuk mewujudkan perdamaian berdasarkan penyelesaian dua negara.
Sebelumnya, pada Jumat (2/11), Liga Arab telah mengeluarkan seruan kepada Bolsonaro agar membatalkan keputusannya untuk memindahkan Kedutaan Besar Brasil di Israel ke Jerusalem.
Seruan-seruan itu dikeluarkan setelah Bolsonaro pada Kamis (1/11) mengumumkan keinginannya untuk memin dahkan kedutaan besar Brasil dari Tel Aviv ke Jerusalem segera setelah dia secara resmi memangku jabatan presiden.
Langkah Bolsonaro tersebut mengikuti keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.
Keinginan Trump yang menyulut kemarahan masyarakat dunia itu dilontarkan pada Desember 2017. Trump kemudian merealisasikan ucapannya pada awal 2018.
Sejak itu, pemimpin Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, telah menolak peran penengahan oleh AS dalam proses perdamaian Timur Tengah yang saat ini hampir mati.
Hingga kini, Jerusalem tetap menjadi inti konflik di Timur Tengah. Pasalnya, Palestina berharap Jerusalem Timur yang diduduki Israel sejak perang 1967, akhirnya menjadi ibu kota negara Palestina merdeka. Di sisi lain, Israel menganggap Jerusalem ialah ibu kota mereka yang utuh.
Seperti diketahui, dalam konflik Israel dengan Palestina, Indonesia sepenuhnya mendukung kemerdekaan warga Palestina.
Terakhir, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Jumat (18/5), meminta agar negara-negara OKI harus kompak dan bersatu membantu kesulitan yang dihadapi Palestina.
OKI, kata Kalla, harus solid menyuarakan aspirasi Palestina di forum PBB dan forum-forum internasional lainnya.
"OKI harus menjadi motor utama penggerak dukungan terhadap Palestina. Mari kita sisihkan sementara perbedaan di antara kita. Saya hadir di sini dengan hati sedih melihat terus jatuhnya korban sipil di Gaza," ujar Kalla.
Dalam forum itu, ia juga mengajak OKI mengambil langkah strategis yang konkret. "Apakah kita betul-betul akan bertindak? Kita harus bertindak," paparnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved