Bandara Sana'a Digempur Koalisi

Andhika Prasetyo
30/3/2015 00:00
Bandara Sana'a Digempur Koalisi
(AFP/Muhammed Huwais)
PESAWAT-PESAWAT tempur koalisi Teluk mengebom landasan pacu di bandara internasional Sana'a, Yaman, yang dijadikan markas pasukan pemberontak Houthi. Serangan pada gerbang udara utama negara itu terjadi kemarin, yakni hari keempat sejak serangan koalisi pertama kali dilakukan.

Koalisi 10 negara yang dipimpin Arab Saudi tersebut mulai melakukan serangan ke Yaman sejak Kamis (26/3) dengan menargetkan seluruh pasukan Houthi dan para sekutunya, termasuk pasukan yang setia kepada mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

"Setelah memasuki hari keempat, kami telah menghancurkan banyak peluncur rudal mereka dan terus menargetkan rudal-rudal Scud di Yaman," ujar juru bicara militer Arab Saudi Ahmed bin Hasan Asiri.

Pada pertemuan puncak Liga Arab di Mesir, kemarin, Ketua Liga Arab, Nabil al-Arabi, mengatakan serangan koalisi akan berlanjut sampai pemberontak Houthi menye­rah dan menarik diri dari daerah yang mereka kuasai. "Operasi akan berlanjut sampai milisi Houthi menarik diri dan menyerahkan senjata," tegas Arabi.

Ini merupakan pertama kalinya­ pasukan koalisi menyerang landas­an pacu dan menyebabkan bandara lumpuh.

Para saksi di dekat lokasi pengeboman mendengar tiga ledakan keras dan melihat api besar ketika serangan terjadi. Petugas medis di sebuah rumah sakit militer di ibu kota mengatakan telah menerima 12 jasad dan 18 tentara yang terluka akibat serangan itu.

Serangan udara koalisi Arab juga menargetkan pangkalan udara yang dikuasai kelompok pemberontak di Hodeida, Yaman barat. Serangan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghancurkan pertahanan udara para pemberontak.

Tuding Iran
Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi secara langsung me­nu­duh Iran sebagai dalang di balik para pemberontak Houthi. "Saya katakan ini kepada ‘boneka-boneka' Iran dan pihak-pihak yang mendukungnya, kalian menghancurkan Yaman dengan politik yang kekanak-kanakan dan menciptakan krisis internal dan regional," kata Hadi.

Pada Sabtu (28/3), Hadi juga me­nyerukan, "Kalian salah jika berpikir dapat membangun tanah air dengan cara seperti itu. Kalian melanggar kedaulatan Yaman dan kalian bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan akan terjadi."

Hadi pun mendesak sekutu Arab untuk terus melakukan serangan bom sampai pemberontak Syiah Houthi menyerah. Hadi, pekan la­lu, telah meninggalkan Yaman dan menuju Arab Saudi. Setelah kelompok Houthi menduduki ibu ko­ta Sana'a, Hadi pindah ke Kota Aden di Yaman selatan. Houthi terus merangsek hingga Aden dan Hadi pun terbang ke Arab Saudi lantas menyerukan intervensi militer negara-negara Teluk di negaranya.

Pada pertemuan Liga Arab di Me­sir, kemarin, Presiden Mesir Ab­del Fattah al-Sisi mengumumkan re­solusi pembentukan pasukan mi­liter gabungan Arab demi mengha­dapi ancaman keamanan yang dia sebut 'belum pernah terjadi sebelumnya'.

Al-Sisi juga menyebut serangan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman merupakan aksi yang tidak dapat terelakkan. (AFP/AP/I-1)

andhika@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya