Perintah Membunuh Khashoggi datang dari Tingkat Tertinggi Pemerintah Saudi

Denny Parsaulian Sinaga
03/11/2018 17:42
Perintah Membunuh Khashoggi datang dari Tingkat Tertinggi Pemerintah Saudi
(ADEM ALTAN / AFP)

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan perintah untuk membunuh Jamal Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pada pemerintahan Saudi. Erdogan menegaskan ini, Jumat (2/11) saat ia berjanji tidak akan menyerah dalam perburuan para pembunuhnya.

Sebulan setelah pembunuhan wartawan Washington Post Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Erdogan mengatakan dia tidak percaya bahwa Raja Salman yang harus disalahkan.

Tapi dia dengan tegas gagal untuk membebaskan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari tanggung jawab karena mengirim regu kematian. Regu ini untuk menghentikan wartawan Saudi yang lantang yang kematiannya telah mencemari penguasa de facto kerajaan.

Dan dalam sebuah editorial untuk bekas kantor Khashoggi, The Washington Post, Erdogan menuduh pihak berwenang di Riyadh menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci tentang pembunuhan itu, meskipun mereka mengatakan telah menahan 18 tersangka dua pekan lalu.

Komentar Erdogan keluar tak lama setelah salah seorang letnannya menuduh bahwa badan Khashoggi yang terpotong-potong ditebar di konsulat sebagai bagian dari upaya untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

"Selama sebulan terakhir, Turki telah memindahkan langit dan bumi untuk menjelaskan semua aspek dari kasus ini. Sebagai hasil dari upaya kami, dunia telah belajar bahwa Khashoggi terbunuh dengar darah dingin oleh regu kematian, dan dipastikan bahwa pembunuhannya direncanakan," tulis Erdogan dalam The Post.

"Kami tahu bahwa para pelaku adalah di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi. Kami juga tahu bahwa orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami tahu bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi."

Namun dia mengatakan pemerintahnya akan terus mengajukan pertanyaan lain dan pihak berwenang Saudi telah menolak untuk menjawab. Yaitu seputar keberadaan tubuh Khashoggi dan siapa yang memerintahkan pembunuhannya.

Pembunuhan orang dalam kerajaan yang berubah menjadi pembangkang telah memprovokasi kemarahan yang meluas dan kritik tajam dari Washington. Padahal Washington biasanya sekutu yang paling setia.

Presiden AS Donald Trump mengesampingkan kesepakatan senjata dengan Riyadh sebagai hukuman. Pemerintahan Trump telah secara efektif menarik dukungan pada perang koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

---Dilarutkan

Dihadapan para pelayat pada upacara pemakaman di Washington, Jumat (2/11), tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz meminta Trump untuk mendukung upaya Turki dalam menyelidiki kematian tunagannya.

"Saya ingin mengirim pesan ini kepada Tn. Trump. Saya ingin dia mendukung upaya hukum Turki untuk mencoba menerangi situasi dan menemukan keberadaan tubuhnya," kata Cengiz dalam pesan yang direkam.

Kepala jaksa Turki mengatakan pekan ini bahwa Khashoggi dicekik segera setelah dia memasuki konsulat. Dia juga mengonfirmasi bahwa tubuhny telah dipotong-potong.

Yasin Aktay, seorang penasihat Erdogan, mengisyaratkan sebuah artikel yang diterbitkan pada Jumat bahwa tubuh Khqshoggi mungkin telah hancur dalam larutan asam.

"Kami sekarang melihat bahwa itu tidak hanya dipotong, mereka menyingkirkan tubuh dengan melarutkannya," kqta seorang pejabat di partai penguasa Turki kepada surat kabar Hurriyet. "Menurut informasi terbaru yang kami miliki, alasan mereka memotong tubuh adalah lebih mudah untuk menghilangkannya."

Seorang pejabat Turki sebelumnya mengatakan kepada The Post bahwa bukti biologis yang ditemukan di taman konsulat mengindikasikan bahwa sisanya kemungkinan dibuang di dekat tempat pembunuhan.

Pihak berwenang Saudi telah menolak izin polisi Turki untuk mencari sumur di kebun taman konsulat. Tetapi memungkinkan mereka untuk mengambil sampel air untuk analisis.

Pembunuhan itu telah mengguncang aliansi antara Amerika Serikat dan Arab Saudi yang telah berjalan selama beberapa dekade. Trump menyebutnya sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah hubungan dua negara.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang negaranya bersama Riyadh memusuhi Iran, juga mengutuk pembunuhan itu. Namun Netanyahu menekankan pentingnya stabilitas di Arab Saudi.

"Ini sangat penting bagi stabilitas dunia, untuk kawasan dan bagi dunia, bahwa Arab Saudi tetap stabil," kata Netanyahu kepada wartawan Jumat ketika berkunjung ke Bulgaria.

Setelah awalnya bersikeras Khashoggi meninggalkan konsulat tanpa cedera, kemudian mengatakan dia meninggal dalam perkelahian selama wawancara yang salah, rezim Saudi mengakui dia terbunuh, dan menyalahkan operasi yang nakal.

Putra mahkota telah mengecam pembunuhan itu dan menyebutnya menjijikkan dan dia membantah terlibat. (AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya