Motivasi Kopilot Pesawat Sulit Diungkap

30/3/2015 00:00
Motivasi Kopilot Pesawat Sulit Diungkap
(AFP/DPA/OLIVER BERG)
SEJUMLAH catatan medis yang di­temukan di kediaman Andreas Lubitz, 27, kopilot pesawat Germanwings yang jatuh di Pegunungan Alpen, Prancis, Selasa (24/3), menying­kap bahwa dia memiliki riwayat penyakit yang dirahasiakan dari perusahaan tempat dia bekerja.

Kemarin, media Jerman Die Welt menemukan obat antidepresi di apartemen Lubitz yang menunjukkan bahwa Lubitz menderita penyakit psikosomatis parah.

Beberapa ahli kejiwaan berpendapat akan sulit menyingkap motivasi sesungguhnya saat Lubitz dengan sengaja menabrakkan pesawat sehingga menewaskan seluruh 150 penumpang beserta awak.

"Kami tidak punya petunjuk tentang apa yang ada di benaknya. Bahkan jika kita punya semua catatan medis dan telah melakukan wawancara dengan dia (Lubitz), masih sulit untuk menjelaskan (motivasi) tin­dak­an seperti itu," ungkap Dr Simon Wessely dari Institute of Psychiatry di King College London.

Dr Raj Persaud, staf Royal Colle­ge of Psychiatrists, Inggris, berpen­dapat, "Pelaku biasanya merasa sudah mengalami hal yang mengerikan dan tindakan itu (pembunuhan massal) dijadikan balasannya."

Menurut ahli lainnya, Dr Paul Keedwell, yakni psikiater di Univer­sitas Cardiff, Inggris, tindakan ke­kerasan hampir mustahil dicegah jika tidak ada tanda-tanda peringatan yang jelas.

"Orang bisa sangat terampil menyembunyikan masalah karena tidak diinginkan secara sosial," kata Keedwell.

Sementara itu, Dr Roland Coutan­ceau, ketua Liga Kesehatan Mental Prancis, mengungkap bahwa tin­dak­an pembunuhan massal itu ber­tujuan menyebabkan kerusakan maksimal demi menarik perhatian. "Supaya dia diingat dunia sekalipun sebagai pahlawan dalam konteks negatif," lanjut Coutanceau.

Analisis Coutanceau sejauh ini klop dengan pernyataan mantan kekasih Lubitz, pramugari Maria W, 26.

Dalam wawancara dengan me­dia Jerman, Maria mengungkap ucap­an Lubitz beberapa bulan se­be­lum insiden. "Suatu hari semua orang akan mengetahui nama saya," kata Maria menirukan ucapan Lu­bitz. (AP/Daily Mail/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya