Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJANGAN hujan deras tak menghalangi puluhan ribu warga Singapura untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Lee dikebumikan di permakaman kenegaraan National University of Singapore, kemarin.
Warga yang mengenakan jas hujan, ponco, dan payung berjajar di tepi-tepi jalan yang dilalui peti mati Lee dari Gedung Parlemen ke Pusat Kebudayaan National University of Singapore. Prosesi arak-arakan jenazah tersebut menempuh jarak sekitar 15 km. Sambil menahan tangis, warga berteriak, "Terima kasih, Lee!", "Selamat tinggal!", dan "Hati-hati."
Sejumlah pejabat mengatakan hingga Sabtu (28/3) malam, hari terakhir bagi publik untuk memberikan penghormatan di Gedung Parlemen, sudah lebih dari 450 ribu orang melayat perdana menteri selama 31 tahun itu.
Lebih dari 1,2 juta warga Singapura telah memberikan penghormatan resmi Lee sejak ia meninggal pada Senin (23/3) dalam usia 91 tahun setelah lebih dari satu bulan berjuang melawan pneumonia.
"Ini pengalaman sangat mengharukan," ungkap putra Lee yang kini mejabat perdana menteri, Lee Hsien Loong, di akun Facebook pribadinya.
Prosesi pemakaman dimulai pada pukul 12.30 waktu setempat. Tembakan penghormatan ke udara sebanyak 21 kali bergema di penjuru negara kota itu. Empat jet tempur F-16 terbang di atas langit dan dua kapal angkatan laut melewati Marina Bay, proyek konservasi air yang dipelopori Lee.
Dalam pidato penuh emosional, PM Lee Hsien Loong mengatakan meskipun ayahnya tidak bisa menyaksikan perayaan ulang tahun ke-50 Singapura akhir tahun ini, bangsa tersebut bisa bangga melihat karya-karya hidup Lee yang telah membuat negara itu maju seperti saat ini. "Bagi mereka yang mencari monumen Lee Kuan Yew, warga Singapura dapat menjawab dengan bangga: 'Lihatlah sekeliling Anda'."
Sejumlah pemimpin negara hadir dalam prosesi itu, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton, PM India Narendra Modi, Presiden RI Joko Widodo, PM Jepang Shinzo Abe, PM Australia Tony Abbott, dan Pemimpin Majelis Rendah Parlemen Inggris William Hague.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved