Banjir di Venesia Semakin Parah

Tesa Oktiana Surbakti
31/10/2018 20:34
Banjir di Venesia Semakin Parah
(Miguel MEDINA / AFP)

ANGIN kencang dan hujan lebat melanda sebagian wilayah Italia, termasuk Venesia. Sedikitnya sembilan orang tewas akibat banjir terparah dalam satu dekade terakhir di kota apung tersebut.

Sejumlah sekolah terpaksa ditutup. Otoritas berwenang mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar selama banjir berlangsung. Apalagi, Badan Perlindungan Sipil Nasional telah mengeluarkan peringatan atas dampak pergerakan cuaca.

Laporan dari wilayah selatan Roma menyebut dua orang pemuda tewas setelah pohon menimpa mobil mereka. Sementara itu, seorang warga diketahui tewas di wilayah Terracina, lantaran tertimpa pohon pinus yang tumbang akibat angin kencang. Korban lainnya berusia 21 tahun juga terkena pohon tumbang saat berjalan di jalanan Naples. Seorang perempuan dilaporkan tewas setelah diserang puing-puing bangunan yang tertiup angin di wilayah utara Liguria.

Nahasnya, seorang petugas pemadam kebakaran yang bersiaga selama masa tanggap darurat di San Martion, ikut menjadi korban tewas. Sebagian besar wilayah kota apung telah dikepung air, pasca datangnya gelombang tinggi dan angin kencang yang menyebabkan banjir terparah selama beberapa tahun. Venesia, kota yang terkenal dengan kanal dan gondola, memang sering dilanda banjir periode Oktober-Desember. Namun, banjir yang dimulai sejak Senin lalu terbilang dahsyat.

Air pasang di wilayah Venesia mencapai 160 cm di atas permukaan laut. Setidaknya 77% area kota apung sudah tergenang air. Dari hasil verifikasi, pasang di wilayah tersebut menjadi yang tertinggi sejak 1979. Gelombang tinggi yang didorong pergerakan cuaca bertekanan rendah di atas wilayah utara Italia, disertai angin kencang dari wilayah selatan, mengakibatkan banjir di Venesia.

Baik turis maupun warga setempat tampak kesusahan berjalan di tengah ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa. Sejumlah toko dan restoran juga tergenang banjir, lantaran penghalang yang dipasang di depan pintu gagal membendung aliran air. Lapangan luas St Mark's Square sekejap berubah menjadi danau. Jalan setapak yang ditinggikan terpasang di depan Istana Doge. Akan tetapi, peserta Venice Marathon pada Minggu waktu setempat, tetap berlari meski ketinggian air semakin tidak kondusif.

Hingga Selasa waktu setempat, gelombang tinggi diperkirakan tidak akan terlalu parah. Namun ketinggian air masih bisa mencapai 110 cm dan berpotensi lebih tinggi apabila terdapat angin kencang. Banjir dengan 110 cm dilaporkan hanya terjadi sekitar empat kali dalam setahun. Pun, banjir saat air pasang mulai terlihat umum di Venesia, seiring memburuknya perubahan iklim yang berdampak pada kenaikan suhu dan melelehnya lapisan es.

Adapun wilayah lain Italia yang juga terdampak banjir, yakni Roma, telah mengeluarkan peringatan cuaca buruk dari meluasnya curah hujan, angin kencang dan gelombang tinggi. Puluhan pohon dilaporkan tumbang di beberapa wilayah Roma. Sejumlah tempat wisata pun terpaksa ditutup, termasuk Kolosseum.(CNN/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya