Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia hari ini berupaya membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang dikabarkan ditangkap kelompok tertentu di Yaman, Sabtu (28/3), negara yang sedang dilanda perang.
"Besok pagi (hari ini), Duta Besar Indonesia untuk Yaman, Wajid Fauzi, akan menemui pihak keamanan terkait dengan upaya membebaskan para WNI yang ditangkap," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWI-BHI) Kemenlu, Muhammad Lalu Iqbal, kepada Media Indonesia, kemarin.
Soal jumlah dan pihak mana yang menangkap WNI masih simpang siur. Semula, dikabarkan 23 WNI ditangkap kelompok pemberontak Syiah Houthi. Namun, Iqbal menjelaskan, yang menangkap WNI ialah pihak keamanan Yaman di ibu kota Sana'a.
"Kami belum tahu jumlah pasti yang ditangkap."
Mengenai alasan kenapa mereka ditangkap, Iqbal mengaku belum tahu . Ia menduga mungkin hal itu terkait dengan pelanggaran imigrasi di negara tersebut.
Saat ini terdapat sekitar 4.159 WNI di Yaman yang tersebar di berbagai kawasan. Sebanyak 2.686 orang ialah mahasiswa dan 1.488 buruh migran. Menurut informasi dari KBRI Sana'a, konsentrasi WNI berada di bagian selatan Yaman yang lebih kondusif.
Sejak Februari 2015, pemerintah telah melakukan proses evakuasi WNI . Hingga kini dari 175 total WNI yang mendaftar, sudah 141 yang kembali ke Tanah Air.
Terus gempur
Pengamat politik Timur Tengah, Smith Al-Hadar, memperingatkan bahwa eskalasi konflik bersenjata di Yaman antara pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang disokong kekuatan Teluk dan kelompok Syiah Houthi akan terus meningkat.
Karena itu, Al-Hadar mendesak pemerintah Indonesia untuk secepatnya mengevakuasi WNI dari negara tersebut, terutama mereka yang berada di wilayah medan tempur utama, Sana'a dan Kota Aden.
Menurut Al-Hadar, keberadaan WNI di Yaman sangat berisiko. Pasalnya, dalam keadaan terdesak akibat digempur kekuatan Teluk yang dipimpin Arab Saudi, pemberontak cenderung melihat warga asing, termasuk dari Indonesia, sebagai musuh atau sekutu Presiden Hadi.
Pada bagian lain, Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi mengatakan serangan pimpinan Arab Saudi di Yaman akan terus berlangsung hingga pemberontak Syiah Houthi menyerah dan menarik diri dari wilayah yang diduduki.
"Serangan berlanjut hingga milisi Houthi menyerah," kata Arabi, kemarin, saat dimulai hari kedua pertemuan puncak di tempat wisata di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved