Pelaku Teror Bom AS Diduga Pendukung Fanatik Donald Trump

Tesa Oktiana Surbakti
27/10/2018 18:19
Pelaku Teror Bom AS Diduga Pendukung Fanatik Donald Trump
((Photo by HO / BROWARD COUNTY SHERIIF'S OFFICE / AFP))

TERDUGA pelaku teror bom yang menyasar sejumlah tokoh politik dan kantor berita CNN, yakni Cesar Altieri Sayoc, diduga pendukung fanatik Donald Trump. Hal itu terungkap dari unggahan dalam media sosial dan atribut di mobil van miliknya, yang menujukkan kesetiaannya terhadap Trump selaku pemimpin Partai Repbulik, sekaligus kebenciannya kepada Partai Demokrat.

Pria berusia 56 tahun itu berasal dari Aventura, Florida. Sayoc ditangkap pada Jum'at lalu, menyusul serangkaian teror bom ke berbagai tokoh politik dari Partai Demokrat, mantan pejabat tinggi, pengusaha dan kantor berita CNN.

Direktur FBI Christoper Wray mengungkapkan latar belakang kehidupan Sayoc sebagai pendukung Partai Republik, ternyata dekat dengan kasus kriminal dan pernah menekuni profesi penari telanjang. Saat ini, dia terancam hukuman 48 tahun penjara. Kemungkinan besar tuduhan lebih lanjut akan diajukan, seiring meningkatnya ketegangan politik AS imbas perbuatan Sayoc.

Dalam siaran televisi, diperlihatkan sosok Sayoc dalam tahanan dengan menggunakan kaos hitam tanpa lengan dan rambut potongan pendek. Sebelumnya, Sayoc pernah beberapa kali terjerat tindak kriminal, termasuk menggulirkan ancaman bom terhadap perusahaan listrik di Miami-Dade County pada 2002 lalu.

Dia juga sempat ditangkap atas kasus pencurian dan kekerasan domestik. Sayoc yang terkadang lebih suka menggunakan nama Cesar Altieri, memiliki catatan buruk terkait masalah keuangan dan mengalami kebangkrutan sekitar 2012.

Ketertarikan Sayoc pada dunia politik, terlihat jelas dalam laman jejaring sosial Facebook dan Twitter miliknya, berikut mobil van warna putih yang dipenuhi stiker pro Trump dan stiker anti Partai Demokrat.

Menyoroti laman Facebook Sayoc, terdapat sebuah gambar yang memperlihatkan dirinya mengenakan topi merah "Make America Great Again", serta kehadirannya dalam kampanye Trump di Florida.

Sayoc diketahui mengoperasikan dua akun twitter bernama @hardrock2016 dan @hardrockintlent. Unggahan terakhir Sayoc pada akun @hardrock2016 pada Rabu lalu, menunjukkan gambar gabungan Andrew Gillum, kandidat Partai Demokrat untuk pemilihan gubernur Florida, mengaku mendapat sokongan dana dari miliarder George Soros. Adapun Soros yang dikenal penyandang dana sejumlah tokoh Partai Demokrat, juga menerima teror bom.

Dalam unggahan lainnya sekitar Juni lalu, Sayoc mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden AS, Donald Trump. "Selamat ulang tahun gembala terbesar, terima kasih atas semua yang anda lakukan terhadap semua orang dan jangan pernah berhenti.

Teruslah membangun tembok yang luar biasa," bunyi cicitan Sayoc. Mayoritas unggahan Sayoc dalam akun twitternya, me-retweet unggahan dari sayap kanan yang menyerang Partai Demokrat dan teori konspirasi gelap.

Pada salah satu bagian jendela mobil vannya yang disita FBI, terlihat foto mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dan tokoh politik dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Foto wajah keduanya dicoret warna merah, terutama di bagian mata yang mengesankan sebagai sosok jahat.

Selanjutnya terdapat stiker bertuliskan "CNN Sucks" dengan target menyasar wajah komentator Van Jones. Seperti diketahui, Obama, Clinton maupun kantor berita CNN, belum lama ini menerima bom pipa yang dikirim melalui pos dengan alamat pengirim dari Florida.

General Manager Restoran Pizza, Debra Gureghian, tempat Sayoc bekerja sebagai supir selama beberapa bulan, menggambarkan sosoknya terlihat gila. "Itu adalah kata yang tepat untuknya. Seperti ada sesuatu yang mempengaruhinya. Dia sangat marah pada dunia, apalagi orang kulit hitam, Yahudi dan penyuka sesama jenis," tutur Gureghian kepada Washington Post.

Kendati demikian, dia tidak pernah mendengar Sayoc berseloroh akan membunuh atau melakukan teror bom kepada kalangan yang dibencinya. "Dia hanya pernah berkata jika saya memiliki otoritas penuh pada kaum penyuka sesama jenis, orang kulit hitam dan Yahudi, maka mereka tidak akan bertahan hidup," ucap Gureghian menirukan perkataan Sayoc.(AFP/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya