Jepang-Tiongkok Jalin Kerja Sama

(AFP/*/I-1 )
27/10/2018 06:20
Jepang-Tiongkok Jalin Kerja Sama
((Photo by JAPAN POOL VIA JIJI PRESS / JIJI PRESS / AFP))

JEPANG membuat kesepakatan bisnis senilai US$2,6 miliar saat kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Jumat (26/10), ke Beijing. Kedatangan Abe selama tiga hari di Tiongkok untuk melebarkan cakupan kerja sama antara dua perekonomian terbesar di Asia. Kunjungan itu juga untuk mendorong kepercayaan antarkedua belah pihak.

Abe tiba beberapa jam lebih awal dalam pertemuan bilateral pertamanya dengan Tiongkok sejak tujuh tahun yang lalu. Abe mengatakan dua negara memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi tidak hanya di Asia, tetapi juga di dunia.

Kedua pemimpin negara sepakat untuk memainkan peran konstruktif demi perdamaian dan kemakmuran. "Saya percaya perdagangan aktif akan mempererat hubungan antara masyarakat Jepang dan Tiongkok untuk ke depannya," tegas Abe.

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan Tiongkok dan Jepang harus melindungi pasar bebas dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi global. Hal itu Li ungkapkan dalam pertemuannya dengan PM Jepang Shinzo Abe yang mengunjungi Beijing untuk membahas perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

"Kami berharap kedua belah pihak bekerja keras mempromosikan kedamaian kawasan, melindungi multilateralisme dan pasar bebas, serta menjadi poros stabilitas dan momentum ini tidak hanya milik Asia, tapi juga seluruh dunia," kata Li dalam pidatonya di Aula Besar Rakyat di Beijing, Jumat (26/10). Abe juga menyampaikan pesan yang tegas, kata seorang juru bicara Jepang, memperingatkan Tiongkok bahwa tanpa stabilitas di Laut China Timur, tidak akan ada peningkatan dalam hubungan itu.

Abe membawa 1.000 delegasi perusahaan Jepang yang melakukan 500 transaksi senilai US$2,6 miliar. Perusahaan tersebut ingin meningkatkan akses ke pasar Tiongkok, sedangkan Beijing tertarik untuk mendalami teknologi dan seluk-beluk perusahaan di Jepang.

Abe juga bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kedua pemimpin melakukan perjanjian politik, termasuk kesepakatan pertukaran mata uang dan mekanisme untuk menghindari bentrokan antara pasukan militer kedua negara di Laut China Timur yang disengketakan. )





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya