Putra Sulung Khashoggi Tinggalkan Arab Saudi

(AFP/*/I-1)
27/10/2018 06:10
Putra Sulung Khashoggi Tinggalkan Arab Saudi
((Photo by Handout / SPA / AFP))

PUTRA sulung Jamal Khashoggi, Salah Khashoggi, meninggalkan Kerajaan Arab Saudi menuju ke AS.

Kedatangan Salah Khashoggi diketahui masyarakat luas setelah foto dirinya dan Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) sedang berjabat tangan tersebar luas. "Kini Salah dan keluarganya sudah terbang menuju (Washington) DC," kata Direktur Eksekutif Pengawas Hak Asasi untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson, kepada AFP.

Harian Okaz, media pemerintah Saudi, mengungkapkan kedatangan Salah ke Kerajaan Saudi pada Rabu (24/10). Pemerintah Saudi tidak memberikan komentar tentang pertemuan Salah dan MBS. Salah terbang ke AS setelah larangan perjalanan Salah dicabut. Salah akan mengunjungi keluarganya yang tinggal di AS.

"Keluarga Jamal Khashoggi membutuhkan ruang untuk bersama agar bisa memberikan kekuatan pada satu sama lain setelah kehilangan orang yang mereka cintai," ujar Direktur Resolusi Konflik di Institut Timur Tengah, Randa Slim, yang bermarkas di Washington.

"Kejadian tragis ini membuat pihak berwenang Saudi untuk memberikan mereka kebebasan melakukan perjalanan," ungkap Slim, yang mengenal Khashoggi secara personal.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, telah meningkatkan keamanan dan keselamatan anggota keluarga Khashoggi saat melakukan pertemuan dengan pimpinan Saudi.

Raja Saudi dan putranya bertemu dengan Salah dan saudara laki-laki Khashoggi, Sahel, pada Kamis (25/10). Foto Salah bersalaman dengan MBS tersebar luas di dunia maya.

Para aktivis menuntut kepada pemerintah untuk segera mencabut larangan bepergian bagi warga Saudi. Whitson menanggapi hal itu. Dirinya mengungkapkan, pencabutan larangan bepergian kepada Salah merupakan hal yang penting. "Kita juga tetap memikirkan ratusan, bahkan ribuan warga Saudi yang tidak terlibat kasus ini turut terkena imbas penahanan visa."

Jamal Khashoggi, wartawan Washington Post, dibunuh pada Selasa (2/10) di Konsulat Saudi di Istanbul, saat mengurus dokumen pernikahannya. Riyadh akhirnya mengakui kematian Khashoggi disebabkan pembunuhan sadis yang direncanakan.

Presiden AS Donald Trump menyebut pembunuhan ini sebagai kejadian paling buruk yang terus ditutup-tutupi sepanjang sejarah.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya