Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANCIS siap untuk mendukung "sanksi internasional" terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khasoggi, ungkap Istana Elysee yang diwakilli oleh Presiden Emmanuel Macron pada jaringan telepon dengan Raja Salman Rabu (26/10).
Presiden Perancis, mengatakan kepada Raja Salman sikap mereka terhadap kasus pembunuhan Khasoggi. Perancis mengecam tindak kriminal yang menewaskan seorang wartawan tersebut, dan menuntut Saudi untuk secepatnya menungkap kebenaran di balik drama kebohongan ini.
Perdana Menteri Saudi, Adel al-Jubier pada Minggu (21/10) tetap bersikukuh mengatakan Putra Mahkota Saudi, Mohamad bin Salman (MBS), tidak terlibat dalam kasus pembunuhan sadis ini.
Wartawan berusia 59 tahun ini merupakan seorang yang paling keras bersuara dalam mengkritik Putra Mahkota dan intervensi Riyadh dalam perang di Yaman.
"Ini merupakan bentuk otoriter," ujar Khasoggi pada France24 dalam wawancaranya satu tahun lalu. "MBS memegang kendali atas segala hal. Dirinya menciptakan suasana yang mengintimidasi dan mengerikan. Warga Saudi tidak dapat bersuara." Ia melanjutkan, "ini bukanlah bentuk reformasi Arab Saudi. Dirinya (MBS) harus melakukan perubahan."
Macron mengatakan kepada Saudi, Prancis sangat mengedepankan kebebasan berekspresi, kebebasan pers dan publik. Perancis tidak akan ragu untuk mengeluarkan sanksi dengan mitra internasionalnya, bagi siapapun yang terbukti bersalah.
Setelah dua minggu bungkam, pada Minggu (21/10) Arab saudi mengakui Khasoggi terbunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul akibat terlibat perkelahian.
Wartawan tersebut menghilang setelah memasuki gedung konsulat Saudi untuk mengurus dokumen pernikahannya. Sosok palsu Khasoggi tertangkap kamera sedang meninggalkan gedung konsulat dengan menggunakan pakaian Khasoggi pada hari itu.
Kasus ini menyoroti satu nama, yakni Mohamad bin Salman (MBS), yang diduga kuat menjadi dalang atas kasus pembunuhan keji yang menewaskan seorang wartawan secara misterius. MBS melakukan pembelaan dengan mengatakan pembunuhan ini sebagai kasus yang "menjijikan" dalam kemunculan pertamanya di muka publik pada Kamis (25/10).
Negara-negara Barat menuntut keras agar penyelidikan kasus ini dilakukan dengan transparan. Amerika Serikat telah membuat ancaman kepada Saudi jika mereka terbukti ada di balik kasus ini. Pada Selasa, AS juga sudah mencabut visa 21 warga negara Saudi yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Khasoggi.
Inggris juga telah mengumumkan akan mencabut visa para tersangka.
Perancis mengatakan pada Rabu, mereka akan mengambil langkah hukum jika Saudi terbukti ada di balik pembunuhan tersebut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved