Teror Bom Sasar para Kritikus Trump

Tesa Oktiana Surbakti tesa@mediaindonesia.com
26/10/2018 07:30
Teror Bom Sasar para Kritikus Trump
(AFP GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

KIRIMAN paket bom pipa menyasar kediaman mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, petinggi Partai Demokrat, dan kantor berita CNN. Teror terhadap sejumlah tokoh yang kerap mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan warga di 'Negeri Paman Sam' yang dukungannya terpolarisasi antara Partai Republik dan Partai Demokrat.

Jelang pemilihan umum (pemilu) paruh waktu atau sela, sejumlah tokoh politik ramai-ramai mengkritik kebijakan Trump yang dituding menabur praktik kekerasan. Di tengah riuh kritikan tersebut, politikus Partai Demokrat sekaligus lawan politik Trump, Hillary Clinton, menjadi salah satu target teror bom.

Teror itu terjadi hanya beberapa hari sebelum penyelenggaraan pemilu sela yang dipandang sebagai referendum atas kinerja pemerintahan Trump. Adapun target teror lainnya, kantor berita CNN, memang dikenal tidak segan mengkritik kebijakan pemerintah AS, yang pada akhirnya memprovokasi kemarahan sang presiden.

Dalam beberapa agenda Gedung Putih, Trump bahkan melarang ja-ringan CNN untuk meliput. Sebelum menyasar Hillary dan CNN, teror bom pertama telah menyasar kediaman miliarder serta pendukung Partai Demokrat, George Soros, pada Senin (22/10) lalu.

Soros merupakan sosok yang dibenci kelompok sayap kanan. Dia yang tinggal di Bedford, New York, memang dekat dengan keluarga Clinton. Menurut agen FBI Bryan Paarmann, perangkat bom dikemas dalam bentuk pipa.

Namun, Kepala Kepolisian New York James O'Neill hingga kini belum bisa memastikan apakah pelaku teror hanya individu atau sebuah jaringan. Dia pun berharap pelaku segera teridentifikasi dan ditangkap dalam beberapa hari ke depan.

Sejauh ini, tercatat sudah enam paket mencurigakan ditemukan di wilayah New York, Washington, dan Florida. Selain para tokoh politik, teror bom juga menyasar mantan jaksa di bawah pemerintahan Obama, yakni Eric Holder. Target lainnya ialah anggota parlemen dari California, Maxine Water.

Dalam amplop

Sementara itu, menurut penyidik, modus yang dipakai para pelaku ialah dengan membungkus paket bom dengan buble wrap dan dimasukkan ke amplop manila. Amplop tersebut dilengkapi alamat yang diketik dengan komputer.

Keterangan alamat pengirim pada amplop diduga milik anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Debbie Wassermen Schultz. Dalam menyikapi aksi teror yang terjadi belakangan ini, Trump menyerukan urgensi persatuan melalui pernyataan singkat.

Dia menegaskan tindak kekerasan politik tidak mempunyai ruang di 'Negeri Paman Sam'. Di lain hal, tagar #MAGABomber menjadi tren teratas dalam lini masa Twitter. Pengguna media sosial itu menuduh Trump sebagai dalang yang memicu serangan teror. Tuduhan itu tak lepas dari komentar pedas yang pernah dilontarkannya kepada sejumlah tokoh target teror.

Tudingan juga datang dari para kritikus sayap kiri yang menuduh Trump dengan slogan Make America Great Again telah memperdaya ekstremis sayap kanan.

Sang presiden juga dikecam karena menghalangi kebebasan pers, serta menyebut pemberitaan penting sebagai berita palsu atau hoaks. Presiden CNN Jeff Zucker juga ikut bereaksi keras. "Gedung Putih kurang memahami kritik yang tertuang dalam pemberitaan media," kata Zucker.

Kini, pemberitaan tentang teror bom tersebut kian marak. Trump pun bereaksi dengan meminta media tidak menggencarkan serangan asumsi tertentu melalui pemberitaan. Dia menilai berbagai pemberitaan yang mengemuka cenderung memuat fakta palsu dengan mengarah pada peristiwa teror bom. (AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya