Penasihat Erdogan Sebut Tangan Putra Mahkota Saudi Berlumuran Darah

Atalya Puspa
25/10/2018 22:10
Penasihat Erdogan Sebut Tangan Putra Mahkota Saudi Berlumuran Darah
(AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINE)

DALAM acara konferensi pers yang dilangsungkan di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (24/10), Pangeran Mohamad bin Salman (MBS) buka suara untuk pertama kalinya. Ia menyatakan pengecamannya terhadap pembunuh Khashoggi.

"Kejadian ini sangat menyakitkan untuk Saudi. Ini merupakan kejadian keji yang belum terungkap," ujarnya dalam forum Future Investment Initiative pada Rabu (25/10).

"Pada akhirnya, para pelaku harus dihukum. Keadilan akan ditegakkan," kata MBS yang dituduh sebagai dalang pembunuhan Khashoggi, dan berbicara panjang lebar dengan santai di depan publik.

Kasus pembunuhan Khashoggi yang sudah berjalan selama tiga pekan dan tak kunjung menemukan titik cerah. Pemimpin Saudi terus menolak tuduhan Amerika Serikat atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump meyakini MBS terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Washington juga melakukan tindakan tegas dengan mencabut visa beberapa warga Saudi. Hal tersebut didukung oleh Prancis yang menyatakan dukungannya untuk mengadili para pelaku pembunuhan Khashoggi.

Trump meminta kepada Turki rekaman suara yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Khashoggi. Rekaman tersebut diduga kuat dapat membuktikan Khashoggi dibunuh dengan cara sadis di dalam Gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Pihak Turki menyatakan, rekaman tersebut sudah ada di tangan AS dan Arab Saudi. Namun, Trump membantah hal tersebut.

"Kami sudah meminta itu (bukti rekaman suara), jika memang benar ada," ujar Trump kepada The Guardian.

Rekaman audio membuktikan Khashoggi langsung ditangkap ketika memasuki Gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018 oleh Mohammad al-Otaibi. Wartawan The Washington Post tersebut disiksa dengan kejam. Otobi mengatakan penyiksaan akan dilakukan di luar kantornya.

Khashoggi disiksa dan tubuhnya dimutilasi. Tim forensik Saudi, Salah Muhammad al-Tubagiy, bisa mendengar dengan jelas suara tubuh dipotong diiringi dengan lantunan musik. Tim investigasi meyakini tubuh Khashoggi disimpan di rumah kepala konsulat, dan dihilangkan di sana.

Komentar paling sadis dikeluarkan oleh penasihat Presiden Turki, Ilnur Cevik, pada Rabu (25/10). Tangan Putra Mahkota Saudi dipenuhi dengan darah setelah kejadian pembunuhan Jamal Khashoggi. Hal tersebut memperkuat dugaan atas keterlibatan MBS di dalam pembunuhan Khashoggi.

"Ini adalah aib terbesar Putra Mahkota. Setidaknya ada lima orang yang terlibat dalam eksekusi, dan tidak akan berjalan sesuai dengan arahannya (MBS)," tulis Cevik dalam koran Yeni Birlik. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya