Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan hubungan antara DPD RI dan Dewan Federasi Rusia yang semakin baik akan menjadi lokomotif baru untuk mempercepat dan memperluas hubungan bilateral kedua negara di segala bidang.
Pernyataan itu disampaikan OSO dalam pidato di depan sidang paripurna Dewan Federasi Majelis Federal Rusia yang dipimpin Ketua Dewan Federal Rusia Valentina Matvienko di Moskow, Rusia, Rabu (24/10).
"Pada hari ini saya ingin memutar kembali satu episode sejarah yang terjadi di Agustus 1956 ketika Presiden Indonesia, Soekarno, merangkul Uni Soviet dengan sebuah kalimat sakral yang patut selalu kita ingat dan harus diceritakan dari generasi ke generasi di kedua negara kita," kata OSO.
Persis seperti yang Soekarno katakan di Leningrad atau Saint Petersburg ketika itu, di podium ini OSO juga mengutip kata-kata Presiden pertama RI itu untuk direnungkan.
"Mengertikah saudara-saudara sekalian apa sebab saya berbahagia berada di kota ini? Mengertikah saudara-saudara bahwa sekarang di antara rakyat Indonesia dan saudara-saudara ada satu hubungan yang tidak dapat dilenyapkan oleh siapa pun jua."
Hari itu, di Kota Leningrad, sekitar 75.000 warga Uni Soviet memekikkan kata 'Merdeka!' sebanyak 5 kali, mengikuti ucapan Soekarno.
Itulah sebabnya pada Mei 2016 ketika bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Sochi, Presiden Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa hubungan ini berawal dari sikap yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno yang merupakan teman sejati Rusia, negara mereka yang dahulu bernama Uni Soviet.
"Kehadiran kami di sini adalah kehadiran dari seorang kawan lama yang selalu percaya bahwa Rusia adalah sahabat sejati yang selalu menjaga hubungan persaudaraan ini," kata OSO di depan seluruh anggota Dewan Federasi Rusia.
Menurut OSO, sejak 28 Desember 1991 ketika Indonesia mengakui Federasi Rusia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, hubungan bilateral kedua negara telah berkembang pesat, khususnya sejak ditandatanganinya Deklarasi tentang Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Indonesia dan Rusia pada 21 April 2003.
"Contoh terkini dari pesatnya hubungan kedua negara kita akan terjadi dalam waktu dekat ini. Mulai 28 Oktober, akan ada penerbangan langsung pesawat Boeing 777 Rossiya Airlines dari Bandara Sheremetyevo ke Bandara Ngurah Rai di Bali tiga kali seminggu dan penerbangan dari Bali ke Moskow juga 3 kali seminggu," lanjut Ketua DPD RI itu.
Selain memaparkan kerja sama Indonesia dan Rusia di segala bidang yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, OSO juga mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian, kepedulian, dan bantuan Pemerintah Rusia dan masyarakat Rusia untuk menolong para korban bencana gempa bumi di Indonesia yang terjadi belum lama ini.
"Terima kasih Ibu Matvienko, terima kasih Dewan Federasi Rusia yang kami muliakan. Indonesia tidak akan pernah lupa semua itu. Akhir kata, kami ucapkan banyak terima kasih atas penerimaan yang sangat bersahabat, dan kami yakin, persahabatan ini akan abadi terus sampai turun-temurun," tutup OSO. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved