Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Pakistan Imran Khan, kemarin, berjanji untuk melakukan perbincangan damai dengan India. Hal itu berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) di negara tersebut setelah sebelumnya tawaran serupa pernah ditolak secara halus.
Saat berpidato di konferensi investasi di Arab Saudi, Khan mengatakan saat ini Pakistan tengah mengincar investor potensial untuk mengamankan dana di tengah neraca pembayaran yang menguap.
"Saat saya memenangi pemilihan dan memiliki kekuatan, satu hal yang akan saya lakukan ialah berdamai dengan India," kata Khan di acara Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Arab Saudi.
Dia melanjutkan, saat ini yang diharapkan ialah menunggu hingga waktu pelaksanaan pemilu. "Dan kita akan melanjutkan perdamaian dengan India," tambahnya.
Sebelumnya, pada September 2018, India telah menghadiri pertemuan dengan menteri luar negeri dan rekan mereka dari Pakistan yang digelar di sela pertemuan PBB.
Namun, Khan menyebut hal itu sebagai sebuah langkah yang arogan untuk berkelit melepaskan rentetan kritik tajam dari kedua pihak.
Seperti diketahui, permusuhan antara India dan Pakistan berawal dari tuduhan India yang menuding Pakistan memberikan dukungan kepada para milisi di Khasmir saat wilayah Himalaya dipecah menjadi dua.
Namun, sejak kemerdekaan pada 1946, Pakistan mengklaim sepenuhnya wilayah tersebut. New Delhi kemudian mengerahkan sekitar 500 ribu tentara ke wilayah Khasmir yang dikuasai para milisi.
Di sana, kelompok separatis menuntut pemisahan dan kemerdekaan penuh dari Pakistan. Kini, Khan berusaha melakukan perbincangan damai karena pemerintahannya sudah putus asa mencari dana dari negara-negara sahabat, termasuk Arab Saudi, untuk menopang keuangan Pakistan yang memburuk.
Saat berkunjung ke FII, Khan mengungkapkan bahwa Pakistan juga turtu serta dalam International Monetary Fund (IMF). Sejak memegang kekuasaan pada Agustus, Khan juga mendapatkan banyak aliansi baru, seperti Tiongkok dan Arab Saudi.
Mitra-mitra baru Pakistan itu berjanji untuk menutupi kerugian negara akibat korupsi. Di lain hal, pemerintah Pakistan juga memulai serangkaian langkah penghematan ekstra ketat untuk menjaga defisit anggaran.
Namun, upaya tersebut seperti membentur tembok. Pasalnya, bantuan dari negara-negara mitra yang diharapkan dapat menyuntikkan dana kini kian menipis. Di sisi lain, para ekonom di dalam negeri secara terus-menerus mendesak dan mengkritisi pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved