RI Minta Investigasi Khashoggi Transparan

Rudy Polycarpus
23/10/2018 07:55
RI Minta Investigasi Khashoggi Transparan
TERIMA MENLU ARAB SAUDI: Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir di Istana Bogor, kemarin. Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinan kepada Arab Saudi atas terbunuhnya Jamal Khashoggi dan meminta investigasi terhadap kasus i(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

INDONESIA menyampaikam keprihatinan kepada Arab Saudi atas terbunuhnya jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi. Indonesia juga meminta agar investigasi terhadap kasus Khashoggi dilakukan secara transparan dan saksama.

Permintaan Indonesia itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir di Istana Bogor, kemarin. Dalam menerima kunjungan itu, Presiden didampingi Menlu Retno Marsudi.

"Presiden menyampaikan keprihatinan atas kasus tersebut dan Indonesia mengharapkan investigasi yang sedang dilakukan itu dilakukan dengan transparan dan saksama," ujar Retno mengutip pesan Presiden Jokowi selepas pertemuan.

Retno menambahkan, dalam pertemuan itu Menlu Al-Jubeir pun memberikan penjelasan soal kasus tersebut kepada Jokowi.

"Sebagaimana diketahui, sebelum berangkat ke Indonesia, Menlu Arab telah menyampaikan statement penjelasan dan penjelasan itu juga yang disampaikan kepada Presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Al-Jubeir mengakui Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sampai kini, Al-Jubeir merupakan pejabat Saudi paling tinggi yang mengakui Khashoggi terbunuh di konsulat. Sebelum itu, pemerintah Arab Saudi telah berulang kali membantah bahwa Khashoggi terbunuh di konsulat.

Kesalahan

Meski membenarkan kematian Khashoggi di dalam Konsulat Saudi, Menlu Al-Jubeir mengaku tidak mengetahui keberadaan jasad jurnalis The Washington Post itu. Dalam sesi wawancara di Fox News pada Minggu (21/10) waktu setempat, Al-Jubeir menyebut kasus tewasnya Khashoggi sebagai kesalahan luar biasa.

Awalnya, lanjut dia, pemerintah Saudi meyakini sang jurnalis telah meninggalkan gedung konsulat di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Namun, laporan yang diperoleh dari pemerintah Turki membalikkan kepercayaan Saudi. Pemerintah Saudi pun menugasi otoritas berwenang untuk melakukan penyelidikan.

"Sejauh ini kami tidak tahu, dalam hal yang lebih detail. Kami tidak tahu di mana keberadaan jasad Khashoggi," ujar Al-Jubeir. Ia menekankan ditahannya 18 tersangka menjadi langkah awal dalam pengungkapan kasus Khashoggi.

Di tengah kemarahan global atas kematian Khashoggi, Al-Jubeir mengungkapkan Saudi mencoba memperbaiki citra buruk mereka di mata internasional.

Di lain sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji mengungkap kebenaran atas kematian Khashoggi dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan Erdogan dilayangkan sehari seusai Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah terbunuh di dalam kompleks diplomatik Saudi di Istanbul.

"Di sini kami mencari keadilan dan kami akan mengungkapkan kebenaran dengan sebenar-benarnya," ujar Erdogan dalam sebuah rapat umum di Istanbul. (AFP/Tes/*/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya