Khashoggi Kritik Pangeran Saudi dalam Wawancara yang Baru Dirilis

Denny Parsaulian Sinaga
20/10/2018 18:35
Khashoggi Kritik Pangeran Saudi dalam Wawancara yang Baru Dirilis
(AFP)

KRITIKUS Arab Saudi, Jamal Khashoggi, mengkritik pemerintahan otoriter Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman sesaat sebelum kematiannya. Kritiknya itu dia sampaikan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan setelah konfirmasi bahwa ia meninggal di konsulat kerajaan itu.

Berbicara off the record dengam seorang wartawan Newsweek yang sedang menulis tentang kepemimpinan Saudi, Khashoggi bersikeras dia tidak menyebut dirinya sebagai oposisi. Dia hanya ingin Arab Saudi yang lebih baik.

"Saya tidak menyerukan penggulingan rezim, karena saya tahu itu tidak mungkin dan terlalu berisiko, dan tidak ada yang menggulingkan rezim," kata Khashoggi. "Saya hanya menyerukan reformasi rezim."

Dia menggambarkan Pangeran Mohammed sebagai seorang pemimpin suku yang kuno yang tidak berhubungan dengan orang miskin di Saudi.

"Kadang-kadang saya merasa bahwa dia ingin menikmati buah modernitas dunia dan Lembah Silikon dan bioskop dan segalanya. Tetapi pada saat yang sama dia ingin juga memerintah seperti bagaimana kakeknya memerintah Arab Saudi," kata Khashoggi kepada Newsweek. "Dia masih tidak melihat orang-orang. Ketika dia melihat orang-orang, saat itulah reformasi yang sebenarnya akan dimulai."

Khashoggi juga mengkritik Pangeran kekurangan penasihat yang tepat.

"Dia bergerak menuju Arab Saudi menurut dia, Arab Saudi menurut Mohammed bin Salman saja," kata Khashoggi, yang juga merupakan kontributor Washington Post.

Khashoggi menggambarkan dua pembantu pangeran, kepala olahraga Turki al-Sheikh dan penasihat media yang diberhentikan Saud al-Qahtani, sangat premanisme.

"Orang-orang takut pada mereka. Anda menantang mereka, Anda mungkin berakhir di penjara, dan itu telah terjadi," katanya.

Khashoggi terakhir terlihat pada 2 Oktober memasuki konsulat negaranya di Istanbul.

Kehilangannya telah diselimuti misteri, dengan para pejabat Turki menuduh Arab Saudi melakukan pembunuhan yang disponsori negara dan memotong-motong tubuh.

Arab Saudi akhirnya mengakui Sabtu (20/10) pagi bahwa Khashoggi telah meninggal di dalam konsulat dalam apa yang digambarkan sebagai perkelahian.

Arab Saudi mengatakan, wartawan Khashoggi meninggal setelah berkelahi di konsulat.

Pengakuan itu keluar menyusul ancaman sanksi AS. Pihak berwenang Saudi belum mengatakan di mana tubuhnya berada. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya