Semua Orang akan Tahu Nama Saya

MI/Dailymail/AP/AFP/Drd/X-9
29/3/2015 00:00
Semua Orang akan Tahu Nama Saya
(AFP)
PENYEBAB jatuhnya pesawat Germanwings 4U9525 di Pegunungan Alpen di wilayah Prancis, yang menewaskan 150 orang pada Selasa (24/3) kian terkuak. Alasan bahwa kopilot Andreas Lubitz, 27, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi itu pun, semakin kuat. Lubitz yang diduga menderita depresi disebut sengaja menjatuhkan pesawat nahas tersebut. Keterlibatan kopilot yang akrab disapa Tomato Andy itu terus diinvestigasi, termasuk pemicu kenapa ia nekat melakukan tindakan jahat. Spekulasi demi spekulasi bermunculan dan terakhir disodorkan oleh surat kabar ternama Jerman, Bild, yang mewawancarai mantan kekasih Lubitz, kemarin. Dia ialah seorang pramugari berusia 26 tahun. Bild menyebut perempuan itu dengan nama Maria W.

Dalam wawancara, Maria mengungkapkan ucapan yang pernah dilontarkan Lubitz beberapa bulan sebelum insiden. "Suatu hari semua orang akan mengetahui nama saya," kata Maria menirukan ucapan Lubitz. Lubitz, masih menurut Maria,
mengungkapkan deretan kalimat senada di lain waktu. "Suatu hari saya akan melakukan sesuatu yang akan mengubah seluruh sistem dan kemudian semua orang akan mengetahui nama saya dan mengenangnya." Maria yang pernah tinggal bersama Lubitz di sebuah flat di pinggiran Kota Dusseldorf, Jerman, mengaku sangat terkejut saat mendengar jatuhnya pesawat Germanwings. Dia langsung teringat ucapan mantan kekasihnya soal apa yang dilakukan pada suatu hari.

"Saya tidak pernah tahu apa yang dia maksudkan (saat itu), tetapi sekarang itu menjadi kenyataan," tutur Maria yang pernah berencana menikah, tetapi akhirnya putus hubungan dengan Lubitz. Berdasarkan sejumlah laporan soal Lubitz, beberapa pejabat Prancis menilai kecelakaan Germanwings sebagai kasus bunuh diri dan pembunuhan massal. Namun, Perdana Menteri Prancis Manuel Vall mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan insiden itu sebagai kejahatan, kegilaan, atau bunuh diri. Hasil rekaman cockpit voice recorder (CVR) dari kotak hitam mengindikasikan bahwa Lubitz mengunci seorang diri di kokpit. Sang kapten, Patrick Sondenheimer, yang sebelumnya keluar tidak bisa masuk lagi dan sempat menggedor-gedor pintu kokpit.

Tak lama berselang, pesawat berjenis Airbus A320 itu menukik ke lembah bebatuan di Pegunungan Alpen. Kemarin, para penyelidik menemukan catatan medis di tempat tinggal Lubitz. RS Dusseldorf University juga membenarkan bahwa Lubitz menjadi pasien dua bulan lalu, tetapi tak disebutkan jenis penyakitnya. Separuh dari 150 korban tragedi Germanwings ialah warga Jerman, 50 warga Spanyol, dan sisanya dari berbagai negara. Pihak maskapai menawarkan kompensasi kepada keluarga korban hingga 50 ribu euro (sekitar Rp710 juta) per orang. Namun, keluarga korban akan memilih class action menuntut kompensasi lebih.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya