Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Singapura, kemarin. Pertemuan berlangsung 20 menit itu membahas beberapa hal, salah satunya soal pemilu yang akan berlangsung April 2019.
"Saya berharap pemilu di Indonesia akan berjalan baik. Hasil pemilu juga akan berpengaruh pada negara lain. Sebagaimana pemilu di Amerika juga berdampak pada semua," kata Lee melalui siaran pers Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin.
Lee yang baru datang dari pertemuan IMF di Bali menyampaikan selamat atas sukses besar acara di Bali itu. Singapura juga berpengalaman menyelenggaran acara IMF dan paham bahwa hal itu tidak mudah.
Kedatangan Amin di Singapura untuk memenuhi undangan S Rajaratnam School of International Studies (RSiS) Nanyang Technological University (NTU) untuk memberikan public lecture tentang Islam wasathiyah dan ekonomi berkeadilan, hari ini.
"Terima kasih Bapak Kiai berkenan hadir untuk berbagi pandangan dalam public lecture besok kepada masyarakat Singapora," kata Lee.
Amin pun menyampaikan salam dari Presiden Jokowi dan mengharapkan hubungan baik dan kerja sama Indonesia-Singapura. "Terutama dalam mengatasi persoalan ekstremisme, radikalisme, dan perbaikan ekonomi. Di Asia Tenggara ini kita harus memiliki hubungan yang harmonis agar tidak bergantung kepada ekonomi Amerika dan Tiongkok," jelas Amin.
Dalam pertemuan itu, Amin didampingi istri, Wury Restu Handayani, serta putri sulungnya, Siti Ma'rifah, juga Diaz Hendropriyono (TKN) dan peneliti RSiS untuk Indonesia Syafiq Hasyim.
Dari rakyat
Di Rumah Cemara, Jakarta, kemarin, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan keunggul-an Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang tidak dimiliki oleh pasangan capres-cawapres lainnya ialah keduanya berasal dari masyarakat biasa.
Hasto mengatakan Jokowi ialah sosok pemimpin dari kalangan rakyat biasa.
"KH Ma'ruf Amin juga dari rakyat biasa yang sangat kental dengan tradisi ulama dan begitu dekat dengan umatnya. Melalui pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin ini, rakyat bisa merasakan pentingnya kesetaraan antara pemimpin dan rakyatnya," kata Hasto.
Berbeda dengan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno yang lahir di kalangan elite. Sandiaga, kata Hasto, meskipun mencoba hadir di antara ibu-ibu di pasar-pasar tradisional, tetap terasa adanya jarak antara dirinya dan rakyat biasa.
"Apa pun alasannya, Sandi kan sosok pengusaha yang kaya. Apalagi Prabowo dengan preferensi orangtua maupun mertuanya."
Ditinjau dari legitimasi kepemimpinan, menurut Hasto, Jokowi-Ma'ruf telah berproses berjenjang dari bawah di tengah masyarakat. Jokowi meniti karier dari wali kota, gubernur, hingga menjadi presiden. Semuanya diraih karena prestasi.
"Pengalaman Jokowi inilah yang menjadi inspirasi bagi ratusan juta warga Indonesia. Mereka menjadi percaya bahwa dari kalangan mereka, rakyat biasa, bisa lahir seorang pemimpin. Melalui Jokowi mereka bisa bermimpi bahwa pemimpin bisa lahir dari kalangan mereka sendiri. (Ant/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved