Awan Brexit di Pelabuhan Holyhead

(AFP/ Denny Parsaulian Sinaga/I-1)
17/10/2018 07:55
Awan Brexit di Pelabuhan Holyhead
( (Photo by PAUL ELLIS / AFP))

RATUSAN truk meninggalkan dermaga di Holyhead setiap hari. Truk-truk itu membawa barang-barang ke dan dari Irlandia yang sekarang terancam oleh Brexit.

Hanya berjarak 117 kilometer dari Ibu Kota Irlandia, Dublin, masa depan pelabuhan ini akan tergantung pada setiap kesepakatan Brexit yang memengaruhi dua perbatasan. Satu sisi antara negara anggota Uni Eropa, Irlandia, dan Inggris, dan satu sisi lainnya antara Irlandia Utara dan daratan Inggris.

Perhatian bagi banyak pihak di sini ialah perusahaan akan mulai mencari rute perdagangan alternatif untuk barang antara Irlandia dan Eropa kontinental untuk menghindari Inggris setelah Brexit.

Dengan para negosiator masih berselisih di Brussels menjelang KTT Uni Eropa pada Rabu dan Kamis, kekhawatiran sudah memaksa beberapa perusahaan untuk mengubah taktik.

Ray Cole, direktur transportasi di Virginia International Logistics, mengatakan bahwa perusahaannya sudah menggunakan layanan dari Dublin ke Cherbourg di Prancis kapan pun mereka mau.

Biaya untuk Holyhead, terminal roll-on/roll-off terbesar kedua di Inggris setelah Dover, akan tinggi. "Masalah yang kami miliki bisa memengaruhi pekerjaan," kata Michael Hartnett, sopir truk Irlandia berusia 50 tahun. "Pengguna port tidak memiliki informasi tepat tentang apa yang diharapkan Brexit," tambahnya.

Pelabuhan menopang 650 pekerjaan secara langsung, menurut Carwyn Jones, anggota dewan di Pulau Anglesey, tempat Holyhead berada.

"Pelabuhan itu sangat penting di sini bagi kami," kata Jones.

Dengan waktu temput 3,5 jam, lewat pelabuhan ini merupakan yang tercepat antara Republik Irlandia dan Inggris. Ini menjadikan Holyhead sebagai pusat utama untuk industri-industri besar, seperti agrobisnis, mobil, dan obat-obatan.

Terminalnya terletak di sebelah jalan-jalan Kota Holyhead yang berangin kencang dan merupakan rumah bagi sekitar 12 ribu penduduk.

Kedatangan dan keberangkatan feri, sekitar 20 kali sehari merupakan satu-satunya momen yang memecah kesunyian kota ini.

Pada saat itu, lusinan truk antre untuk naik atau turun, dan melanjutkan perjalanan mereka ke seluruh Inggris atau benua. "Jika pada hari pertama Brexit, lori harus antre, itu akan menyebabkan kekacauan, kekacauan mutlak, membuat pulau ini macet," kata Jones, anggota Partai Nasionalis Welsh.

Dengan hanya 5 bulan lagi hingga Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret, bisnis lokal juga mulai khawatir. "Itu bisa memiliki efek yang sangat buruk pada bisnis di Holyhead pada umumnya, tidak hanya pada bisnis saya," kata Joe Caffrey, pensiunan perwira polisi dan pemilik rumah tamu Manroven.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya