Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA nelayan Filipina terombang-ambing selama berhari-hari di atas rakit darurat setelah ikan marlin raksasa menenggelamkan perahu mereka.
"Kami sedang memancing di Laut China Selatan pekan lalu ketika seekor ikan marlin sepanjang enam kaki atau 1,8 meter menusuk lambung kapal mereka," kata nakhoda Jimmy Batiller kepada AFP, Rabu (10/10).
Perahu mereka yang sepanjang 12 meter dengan cepat tenggelam dan ditelan ombak pada sore hari 3 Oktober lalu. Akibatnya, para awak kapal harus bertahan dengan sedikit air tawar dan makanan sampai mereka akhirnya diselamatkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Senin (8/10).
"Ikan menghantam dasar perahu dan membuat dua lubang besar. Sepertinya ikan itu sedang mengejar ikan kecil. Dia lalu berenang di sekitar perahu yang tenggelam," tutur Batiller.
Setelah diserang, para nelayan segera meraih apa saja yang mereka bisa bawa, lalu melepaskan cadik, mengeluarkan papan, dan tong untuk membuat rakit darurat.
"Air kami habis setelah dua hari. Kami melambaikan tangan pada kapal-kapal niaga yang melintas, tetapi tidak ada yang datang untuk menyelamatkan kami. Namun, kami tidak kehilangan harapan," kata ayah satu anak berusia satu tahun itu.
Untuk bisa bertahan hidup, kru kapal terpaksa memakan nasi mentah dan minum air laut. "Ketika kami diselamatkan, air mata kami menetes," kisahnya.
Batiller, 42, luput dari maut dan bisa bersatu kembali dengan keluarganya di Subic, sebuah pelabuhan sekitar 80 kilometer barat laut Manila.
Angkatan Laut AS mengatakan para nelayan itu beruntung dapat diselamatkan, terutama karena mereka telah meminum air laut.
"Rata-rata, kematian terjadi setelah dua hingga tiga hari diet minum air laut murni atau air kencing dalam upaya bertahan hidup di laut. Karena manusia membutuhkan lebih banyak air daripada yang dikonsumsi tubuh untuk memproses limbah dan garam dari ginjal," kata Leon Hadley, kepala kru kapal yang melakukan penyelamatan, USNS Wally Schirra.
Dia melanjutkan, beruntung mereka sedang berlayar dengan kecepatan yang cukup lambat sehingga dapat melihat para nelayan meminta tolong.
"Orang-orang itu melambaikan tangan dan bendera. Mereka juga memancarkan cahaya putih yang sebelumnya kami anggap pelampung," kata Kapten Wally Schirra, Keith Sauls dalam laporan yang dibawa Layanan Distribusi Informasi Visual Pertahanan.
Blue marlin ialah salah satu predator tercepat dan terkuat di lautan terbuka dan juga merupakan salah satu spesies ikan bertulang terbesar. Panjangnya bisa mencapai lima meter dan berat 820 kilogram.
"Ini menjadi insiden pertama yang kami jumpai di perairan ini. Sebagian besar musibah yang kami terima karena dampak cuaca buruk yang menenggelamkan perahu nelayan di laut lepas," kata petugas penjaga pantai Subic Erman Besana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved