Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI jejaring sosial, Instagram, menambah fitur khusus untuk menghalau perundungan siber. Fitur tersebut mengusung kecerdasan buatan yang disediakan jejaring sosial Facebook dengan kemampuan memindai foto berkonten tidak layak atau kasar.
Langkah Instagram itu menyusul gebrakan Facebook yang memperketat kendali terhadap tindakan pelecehan dan perundungan. Mengingat, survei teranyar menunjukkan mayoritas korban kekerasan di jejaring sosial beranggapan perusahaan jejaring sosial tidak memiliki kekuatan untuk melawan aksi yang meresahkan tersebut.
Bos Instagram, Adam Mosseri, mengatakan fitur berbasis kecerdasan buatan digunakan untuk mendeteksi tanda yang mengarah pada perundungan. Dari situ, fitur secara otomatis menandai konten yang akan ditinjau kembali oleh staf yang fokus mengawasi peredaran gambar dalam jejaring sosial.
"Terobosan ini membantu kami untuk mengidentifikasi sekaligus menghapus lebih banyak lagi aksi perundungan secara signifikan. Langkah ini sangat krusial, mengingat banyak korban perundungan yang terintimidasi, tetapi tidak melapor," kata Mosseri melalui pernyataan yang dimuat dalam blog.
Lebih lanjut dia menjelaskan dibutuhkan waktu setidaknya beberapa minggu untuk mengalirkan fitur tersebut ke seluruh jaringan Instagram. Di sisi lain, perusahaan juga memperluas fungsi filter komentar kasar atau yang mengintimidasi dalam fitur Live Stories.
Sebelumnya, fungsi filter menyasar pada kolom komentar unggahan foto atau video dalam feed Instagram. Dengan semangat mendorong pengguna jejaring sosial bersikap lebih baik, Instagram turut menambahkan efek kamera yang dihiasi gambar hati kata 'kebaikan' dalam berbagai bahasa.
"Perundungan di ranah jejaring sosial terbilang kompleks. Kami tahu bahwa kami memiliki banyak PR untuk membatasi aksi perundungan dan lebih banyak menyebar kebaikan dalam Instagram," imbuh Mosseri.
Sebelumnya, pekan lalu, Facebook mengumumkan pengguna mereka dapat menyembunyikan atau menghapus seluruh komentar ketimbang memilah satu per satu. Sebagian besar remaja di Amerika Serikat diketahui telah menjadi korban pelecehan dan perundungan siber.
Survei Pew Research Center mengungkapkan bentuk komentar kasar kerap diserukan sebagai nama panggilan. Setidaknya 59% anak muda di 'Negeri Paman Sam' melaporkan kasus penyalahgunaan jejaring sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved