PENYELIDIKAN kecelakaan pesawat Germanwings yang menewaskan 150 penumpangnya mulai terfokus pada latar belakang kopilot Andreas Lubitz. Ia diduga sengaja menjatuhkan pesawat di sebuah jurang berbatu di Pegunungan Alpen, Prancis. Polisi Jerman mengatakan mereka telah menemukan bukti signifikan di rumah Lubitz di Montabaur, di pinggiran Kota Dusseldorf, Jerman. Menurut penyidik, temuan mereka merupakan petunjuk penting yang membuat Lubitz menjatuhkan pesawat Airbus A320 itu. Barang-barang bukti telah diambil dari rumahnya untuk pengujian. Meski demikian, polisi menegaskan mereka tidak menemukan catatan bunuh diri. "Kita tidak bisa mengatakan barang apa saja yang diambil, tapi saat ini temuan itu merupakan petunjuk sangat penting untuk mengungkap apa yang telah terjadi," kata Markus Niesczery dari Kepolisian Dusseldorf, Jerman, Kamis (26/3) waktu setempat.
Polisi terlihat meninggalkan rumah Lubitz dengan membawa barang bukti berupa tas biru besar dan komputer. Seorang pria teman serumah Lubitz juga digiring ke kantor polisi. Sebelumnya, jaksa penyidik dari Prancis mengatakan Lubitz diyakini mengunci diri sendirian di dalam kokpit dan menabrakkan pesawat ke Gunung Alpen. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui motif di balik aksi nekat Lubitz. Para penyidik Prancis dan Jerman mengatakan tidak ada indikasi aksi terorisme. Mereka juga tidak memberikan teori lain untuk menjelaskan tindakan Lubitz. Surat kabar Jerman Bild melaporkan,pilot muda itu sedang depresi setelah putus dari kekasihnya beberapa minggu lalu. Lubitz akan menikahinya tahun depan. Di sisi lain, koran Der Spiegel menyebutkan polisi menemukan bukti penyakit mental di rumah Lubitz. Pemimpin maskapai penerbangan Germanwings, Carsten Spohr, mengakui Lubitz pernah tak lolos pemeriksaan mental. Bahkan, Germanwings sempat merekomendasikan Lubitz untuk tidak terbang. Lubitz dilaporkan sedang menjalani perawatan kejiwaan selama 1,5 tahun terakhir. Meski begitu, ia mampu melewati tes psikologis untuk terbang.