PULUHAN ribu warga Singapura, kemarin, harus menunggu hingga lebih dari 10 jam di depan Gedung Parlemen untuk memberikan penghormatan terakhir mereka bagi mendiang Lee Kuan Yew, 91. Singapura yang terkenal rapi dalam penyelenggaraan acaraacara besar seperti Grand Prix Singapura tampaknya tidak siap menghadapi besarnya antusias warga mereka yang ingin melihat peti jenazah mendiang pria yang dijuluki 'Bapak Singapura Modern' itu. "Warga masyarakat diimbau untuk tidak lagi pergi ke Padang untuk mengantre," ungkap pemerintah Singapura sembari meminta warga mereka untuk pergi ke 18 titik yang telah disediakan untuk memberikan penghormatan bagi Lee.
Antrean untuk memberikan penghormatan bagi ayah Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong itu dimulai dari Padang, sebuah lapangan rumput yang biasa digunakan untuk parade dan konser serta kegiatan olahraga lain seperti sepak bola dan kriket. Pemerintah Singapura mengatakan bahwa mereka yang tiba pada pukul 10.00 harus menunggu selama 10 jam untuk bisa memberikan penghormatan di hadapan peti mati Lee yang ditutupi bendera merah putih Singapura. Menurut laporan AFP, lebih dari 250 ribu warga telah memberikan penghormatan terakhir mereka kepada Lee hingga Jumat (27/3) siang. "Saya sangat terharu dengan sikap warga Singapura," ungkap Perdana Menteri Lee Hsien Loong lewat akun Facebook miliknya.
Lee Hsien Loong juga mengumumkan bahwa video siaran langsung warga Singapura yang memberikan penghormatan untuk ayahnya di lobi Gedung Parlemen bisa disaksikan di laman daring Youtube. Jenazah Lee disemayamkan di Gedung Parlemen sejak Rabu (25/3). Warga Singapura memiliki kesempatan hingga Sabtu (28/3) pukul 20.00 waktu setempat untuk memberikan penghormatan bagi PM pertama Singapura itu. Berkeras Warga Singapura menegaskan mereka tidak akan menyerah meski harus mengantre sangat lama. "Saya merasakan semangat Singapura di sekeliling saya. Semua orang bersemangat dan kami memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan penghormatan kepada pemimpin kami," ungkap Shruti Ram, pelajar berusia 17 tahun.
Padahal, saat tiba di Gedung Parlemen, warga hanya bisa memberikan penghormatan selama beberapa detik sebelum diminta meninggalkan ruangan. Mayoritas dari mereka hanya menundukkan badan sebagai tanda hormat bagi salah satu tokoh besar ASEAN itu. Puluhan tenda didirikan untuk melindungi para pelayat dari sengatan matahari, sedangkan para relawan tampak membagi-bagikan air minum mineral. Sebuah jalur khusus disediakan untuk kaum tua, penyandang disabilitas, dan wanita hamil, sedangkan pejabat dari negara lain disediakan jalur VIP. Ikut memberikan penghormatan terakhir, kemarin, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan putrinya, Puan Maharani, serta Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herawati.
Setelah dibaringkan di Gedung Parlemen hingga Sabtu malam, jenazah akan dibawa ke Pusat Kebudayaan Singapura untuk upacara pemakaman secara kenegaraan pada Minggu, 29 Maret. Lee wafat karena menderita pneumonia akut dan komplikasi penyakit lain. Lee Kuan Yew disebut sebagai tokoh yang mengantarkan Singapura sebagai salah satu kekuatan ekonomi Asia dengan jalan antidemokrasi. "Warisan Lee ialah otoritarianisme yang menggunakan hati," ujar mantan Kepala Ekonom GIC Yeoh Lam.