India Beli Senjata Rusia meski Terancam Sanksi AS

(AFP/Yan/I-1)
05/10/2018 08:55
India Beli Senjata Rusia meski Terancam Sanksi AS
((Photo by Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP))

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di India kemarin untuk mengikat kesepakatan penjualan senjata bernilai miliaran dolar dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Kesepakatna itu dibuat di tengah ancaman sanksi dari Amerika Serikat.

Kremlin mengatakan dalam kunjungan dua hari itu, agenda utama Putin adalah penandatanganan kesepakatan senilai US$5 miliar untuk sistem pertahanan udara S-400.
Perjanjian itu tetap diteken India meskipun AS mengancam bakal menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang membeli perangkat pertahanan Rusia.

India telah meminta pengecualian khusus untuk pembelian ini kepada Amerika Serikat. Permintaan itu disampaikan saat pertemuan menteri pertahanan dan menteri luar negeri kedua negara di New Delhi bulan lalu. Tetapi Washington telah mengisyaratkan bahwa tidak ada jaminan permintaan India itu akan diakomodasi.

AS berada dalam posisi yang sulit karena berusaha untuk membendung Tiongkok melalui hubungan yang lebih baik dengan India. Washington telah terkesima oleh ketegasan Beijing yang semakin meningkat.

Washington dan New Delhi, bulan lalu telah mengumumkan rencana latihan militer bersama pada 2019. Keduanya juga menyepakati pertukaran informasi militer yang sensitif.
Namun Rusia tetap menjadi pemasok senjata utama India. Dan serangkaian kesepakatan baru dengan raksasa Asia akan menjadi kemenangan besar bagi Moskow. Di sisi lain bakal jadi penghinaan besar bagi AS.

Putin dan Modi, yang tampaknya menikmati hubungan pribadi, juga akan membahas kesepakatan untuk empat frigat kelas Krivak senilai US$2 miliar dan 200 helikopter utilitas Ka-226 yang dipatok sebesar US$1 miliar.

India dan Rusia telah menyelesaikan Perjanjian Antar Pemerintah untuk pengadaan helikopter. Sebanyak 60 di antaranya akan dibuat di Rusia dan sisanya di India.
“Rusia adalah teman yang telah teruji oleh waktu,” kata RR Subramanian, seorang analis urusan strategis di Delhi. “Sudah waktunya kita tunjukkan bahwa kita tidak bisa ditekan Washington.”

Para ahli mengatakan India membutuhkan sistem canggih S-400 untuk mengisi kesenjangan kritis dalam kemampuan pertahanannya. Hal ini mengingat kebangkitan Tiongkok dan ancaman dari Pakistan, yang dilawan India dalam tiga perang.
Kepala Angkatan Udara India Birender Singh Dhanoa mengatakan, Rabu (3/10), bahwa jet tempur S-400 dan 36 Rafale dibeli dari Prancis. (AFP/Yan/I-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya