Jurnalis Saudi Hilang Pasca Masuki Gedung Konsulat

(CNN/Tes/I-2)
05/10/2018 08:50
Jurnalis Saudi Hilang Pasca Masuki Gedung Konsulat
( (Photo by MOHAMMED AL-SHAIKH / AFP))

JAMAL Khashoggi, jurnalis tersohor di Arab Saudi, dinyatakan hilang sejak memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Hal itu diperkuat keterangan tunangan Khashoggi dan sumber lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Pada Selasa lalu, Khashoggi menyambangi Konsulat Arab Saudi guna memperoleh dokumen pendukung syarat pernikahan. Kepala Asosiasi Media Arab Turki yang juga teman karib Khashoggi, Turan Kislacki, mengatakan jurnalis kritis tersebut memasuki gedung konsulat sekitar pukul 1.30 siang, dan tidak keluar lagi setelahnya.

Kepolisian Turki telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area konsulat. Namun, hasil rekaman tidak menunjukkan tanda-tanda kepergian Khashoggi dari gedung tersebut. Kislacki mengatakan telah menempatkan beberapa anggota asosiasi untuk berjaga di luar gedung konsulat, seiring mencuatnya kecurigaan publik. Tunangan Khashoggi yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan tengah berada di luar saat sang kekasih memasuki gedung.

“Sampai sekarang aku tidak tahu pasti apakah Khashoggi masih berada di dalam (gedung). Apakah petugas sengaja menahannya, atau mereka memang menculiknya. Saya khawatir dia belum makan sama sekali,” ujar tunangan Khashoggi dengan raut wajah kelelahan. Perempuan tersebut tidak habis pikir sang tunangan bisa menghilang tanpa jejak.

Apalagi Khashoggi hanya seorang jurnalis, bukan seorang teroris yang patut ditahan.
Pemerintah Saudi mengklaim kasus hilangnya Khashoggi adalah “kesalahan”. “Benar Pak Khashoggi mendatangi konsulat untuk meminta dokumen syarat pernikahan. Tapi setelah itu dia segera keluar,” tukas seorang pejabat pemerintahan kepada CNN.

Di lain sisi, kemunculan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah menetapkan batasan keras dalam kebebasan berpendapat. Petugas berwenang bahkan kerap menindak para pejuang hak asasi manusia (HAM), ulama, pendukung hak perempuan, hingga jurnalis, apabila terlalu lantang “bersuara”.

Pada Agustus lalu, Kerajaan Arab Saudi, mengeluarkan sanksi kepada Kanada, termasuk menghentikan kerja sama perdagangan, setelah Kementerian Luar Negeri Kanada mengunggah pernyataan kritikan terhadap penangkapan aktivitas Samar Badawi, melalui akun twitter resmi. (CNN/Tes/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya