Rusia Dituding Dibalik Aksi Siber

(AFP/Tes/I-3)
05/10/2018 08:10
Rusia Dituding Dibalik Aksi Siber
((Photo by Paul ELLIS / AFP))

MENTERI Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menuduh Badan Intelijen Militer Rusia (GRU) melakukan kampanye serangan siber secara sembarangan dan sembrono. Targetnya diduga menyasar lembaga politik, duna usaha, media dan badan olah raga di seluruh dunia.

Badan Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) mengidentifikasi operasi yang dijalankan intelijen militer Rusia, antara lain berperan dalam berbagai serangan komputer high profile. Sebelumnya, banyak bukti yang menunjukkan keterlibatan GRU, seperti serangan ransomware ‘BadRabbit’ pada 2017 yang menargetkan Bandara Internasional Ukraina, media Rusia, hingga Lembaga Anti Doping Dunia di Swiss.

“Pola perilaku ini mencerminkan keinginan mereka menjalankan operasi tanpa mematuhi ketentuan hukum internasional atau norma yang ditetapkan. Operasi mereka seolah tidak mempertimbangkan konsekuensi. Pesan kami jelas, bersama dengan sekutu, kami akan menindaklanjuti sikap GRU yang merusak stabilitas global,” kata Hunt dalam pernyataan resmi.

NCSC mempunyai keyakini tinggi terhadap keterlibatan GRU dalam serangan ransomware 2017. Operasi GRU disinyalir pernah menargetkan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Pemerintah Inggris mendesak Kremlin agar menghentikan serangan siber mereka. Kementerian Luar Negeri Inggris menggambarkan pelanggaran tersebut mendapat sorotan tajam di mata hukum internasional serta merugikan ekonomi nasional hingga jutaan poundsterling. “Serangan siber berdampak buruk pada aktivitas masyarakat global.” (AFP/Tes/I-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya